Minggu, 25 Agustus 2013

Kemantapan Hati Fanni

Bismillahirrahmannirrahiim,

Tentang Fanni lagi. Si cantik yang selalu ceria dan membuat suasana rumah segar dengan segala canda dan tingkah lakunya. Fanni memang menyenangkan. Ditambah lagi dengan bahasa kasih Sentuhan Fisik, membuat ayah bundanya gemas untuk selalu memeluk dan menciumnya, dan Fanni-pun begitu menyerahkan dirinya untuk mendapat peluk cium itu. Hihihi... Menggemaskan banget. Gurauannya selalu mengundang tawa seluruh anggota keluarga. Walau tetap saja kadang muncul kerewelan darinya. Tapi masih wajar dan bisa segera ditenangkan.



Oktober nanti usianya 7 tahun. Dari sekarang dia sudah punya angan-angan ingin dibelikan mainan. Sudah menyebut dengan jelas mainan seperti apa yang dia inginkan. Lucunya, ketika Hilman berulang tahun belum lama ini dan dibelikan mainan, kebetulan mainan yang Fanni inginkan ada di toko itu. Fanni tetap tidak mau dibelikan, dia tetap mengatakan bahwa mainan itu buat kado miladnya.

Ada hal-hal yang ditunjukkan Fanni membuatku terharu dan bahagia. Sebagaimana aku ceritakan dalam Hidayah Untuk Anakku #2, dimana Fanni sudah mantap mengenakan jilbab ketika masuk SD, maka tulisan ini adalah bukti kemantapan hatinya dalam berbusana muslim, tidak sekedar asal ikut-ikutan bunda dan kakaknya (Astri).

Ramadhan lalu, ketika eyangnya datang dari Yogya, Fanni diajak menginap di rumah adikku di Ciganjur, Jakarta Selatan. Karena liburan lalu Fanni gagal liburan ke Yogya dan dia amat kangen dengan eyangnya, maka aku ijinkan dia menginap selama 1 minggu di Ciganjur.

"Fanni, ini semua keperluan Fanni sudah bunda siapkan di tas ini. Jilbab ada di sebelah sini. Alat mandi di sini," aku menjelaskan semua kebutuhannya selama seminggu.

"Ya, bunda...," Fanni hanya menjawab sekilas sambil asyik bermain.

"Fanni tetap puasa ya di sana."

"Iya dong. Kan biar bunda nggak liat, Allah liat."

"Alhamdulillah, anak bunda pinter."

"Aku mau dapat pahala yang banyak, bunda."

"Subhanallah... anak sholehah bunda...", peluk cium kembali kudekapkan padanya. Terharu banget.

Ketika dua hari Fanni menginap di rumah tantenya, aku dapat kiriman foto Fanni sedang diajak eyangnya jalan-jalan. Difoto itu tampak Fanni tetap mengenakan jilbabnya. Aku bertanya pada adikku, apakah Fanni berpakaian sendiri atau diurusi.

"Dia mandiri banget mbak. Semua diurusnya sendiri. Bahkan dia minta kantong plastik untuk baju kotornya, tapi aku cucikan kok. Jilbabnya dia pakai sendiri. Sahur juga gampang dibangunkan. Puasa tetap sampai maghrib. Padahal anakku nggak puasa (5 tahun). Salut deh sama Fanni. Nggak terpengaruh apa-apa." adikku menjelaskan.

Alhamdulillah, ya Allah. Rupanya mengijinkan Fanni menginap bisa sambil menjadikan ujian buatnya bagaimana kemandirian dan kemantapan hatinya.

Hal lain yang ditunjukkan Fanni dalam kemantapan hatinya berbusana muslim adalah hal lain yang melegakan. Fanni sekolah di SD negeri. Di kelasnya ada 2 anak yang memakai jilbab. Suatu hari Fanni pulang sekolah bercerita,

"Di kelasku ada yang pakai jilbab juga, bun. Tapi aneh deh bun... Masak kalau di kelas suka dia lepas. Ngapain dia pakai jilbab kalau dilepas-lepas gitu."

"Memangnya Fanni nggak pernah lepas jilbab kalau di sekolah?"

"Enggaklaah... ngapain pakai dilepas."

"Memangnya kenapa Fanni nggak mau lepas?" Bunda ngetes Fanni.

"Malu dong bunda, rambut kan aurat. Masak diliat-liatin."

"Nggak kepanasan?"

"Biarin aja kepanasaan."

"Nggak bikin Fanni terganggu belajarnya?"

"Enggak tuh. Biasa aja."

"Nggak merasa malu, kan teman-teman nggak pada pakai."

"Aaah... bundaaaa... yang malu itu kalau nggak pakai jilbab." Fanni menjawab ringan sambil berlalu.

Kali lain ketika sedang dalam perjalanan ke Depok. Aku lupa membawa minum untuk anak-anak di mobil. Maka ayahnya menghentikan mobil di sebuah swalayan untuk membeli air mineral dan sedikit snak buat anak-anak. Fanni dengan berteriak, berkata,

"Ayaaah...! Tunggu aku mau ikut turun. Pakai jilbab dulu Yaaah...!" Fanni di mobil berbaring di jok mobil jadi jilbabnya dilepasnya. Ketika hendak turun dari mobil, ingat dengan jilbabnya sekalipun dengan terburu-buru.

Subhanalah... Alhamdulillah... Allahu Akbar... Puji syukur padaMu ya Allah. Anakku sudah mantap berbusana muslim dengan pemahaman yang benar. Kuatkan hatinya, teguhkan imannya, lindungilah tiap langkahnya agar selalu berpetunjuk. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Berbusana muslim memang harus dilakukan dengan sebuah pemahaman yang benar bahwa busana muslim adalah sebuah kewajiban yang menjadi ketetapan Allah kepada kaum wanita. Jika hanya karena ikut-ikutan dan mengikuti trend, maka akan tampak dari sikap dan tingkah lakunya. Banyak kita lihat anak-anak, remaja atau orang dewasa memakai pakaian muslin karena terpaksa mengikuti aturan yang berlaku di lingkungannya. Misalnya lingkungan sekolah atau tempat kerja. Bukan karena memang dengan keyakinan keimanan yang benar. Maka yang tampak adalah, begitu dia keluar dari lingkungan tersebut, dia akan melepas jilbabnya bahkan berganti dengan pakaian yang jauh dari kesan muslimah.

Saling mendoakan demi kebaikan bersama, semoga semakin banyak muslimah berbusana yang baik dan benar.




55 komentar:

  1. siiippppp..... Yang pling cantik memang paling yahutttt dehhhh... Si mancung yg pintar... Colek dikit hidungnya ahhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coleknya dikit aja ya kakak Rani. Kalau kebanyakan ntar jadi pesek. Qiqiqiqi....

      Kakak Rani juga pintar... Colek pipinya aahhh... :D

      Hapus
    2. Hieiheiee cantik nian Rani. Fotonya indah dengan menggenggam sekuntum bunga. Rajin ibadah ya, dan patuh kepada kedua orang tua. Salam Om dan Tante di Pontianak hihihihihihhihie

      Hapus
    3. Hiyaaa.. om Asep nih sukanya nyempil kalau komen. Tadi dicari dibawah ternyata di sini.

      Makasih ya om Asep... :D

      Hapus
    4. bukannya nyempil...
      belau emang gemar narsis. kalo komen diatas kan sering keliatan sama orang yang mau scrol kebawah hahaha
      *sambit panci

      Hapus
    5. Eaaa... ternyata modusnya seperti itu ya...hahaha... baru tauuu.

      Hapus
  2. subhanallah, alhamdulillah, senang sekali mendengar kisah tentang kemantapan hati sang anak yang masih belia dalam menetapkan pilihannya untuk berhijab.....semoga Fanny tetap istiqomah, senantiasa sehat bahagia selalu dalam lindungan ALLAH....salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabb.

      Terima kasih untuk doanya mas Hari. Besar harapan kami Fanni tetap istiqomah.

      Salam kembali.

      Hapus
  3. Subhanallah... adik cantik yang shalihah, semoga tetep itiqomah dg jilbab manisnya ya...

    Bagaimanapun anak-anak adalah cermin bagi orang tuanya, Alhamdulillah dik Fanni telah menjadi cermin yang indah bagi ayah bundanya. ^_^

    Salam kangen bunda...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua atas ijin Allah. Ayah bunda hanya mencoba menikmati tanggung jawab sebagai orang tua. Masih banyak yang perlu dibenahi dari kami.

      Salam kangen, Liyan. Apa kabar? Kapan kita kolaborasi lagi?

      Hapus
  4. Alhamdulillah Fanni dengan kemauan sendiri memakai Jilbab ...

    Sekali lagi ...
    ini semua karena contoh yang baik Bu ..
    Dari Ibunya ... juga kakaknya ... lingkungan terdekatnya
    saya percaya ini pengaruhnya sangat besar

    salam saya Bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang saya lakukan hanya menyayanginya dengan tulus, membelai dan menciumnya dengan sepenuh hati. Begitu juga dengan ayahnya. Andai itu merupakan kebahagiaan buat Fanni, itu juga kebahagiaan buat kami.

      Terima kasih om.

      Salam kembali.

      Hapus
  5. Masya Allah..., kecil2 Allah sdh bukakan pinta hidayah, smg klo sdh baligh tambah kokoh komitmenx, Aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Itu juga harapan kami semua.

      Makasih ya :)

      Hapus
  6. Subhanallah walhamdulillah...

    hanya doa yg bisa kuberikan untuk Fanni

    Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hab lanaa min ladunka rohmatan, innaka antal wahhaab

    “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Mahapemberi (karunia).” (Q.S. Ali Imran: 8)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

      Terima kasih doanya ayah Insan. Memang doalah yang Fanni perlukan untuk menjaga kalbunya.

      Hapus
  7. wah bahagianya diamanati oleh_NYA anak gadis yang sholehah, ngga rewel bahkan mandiri padahal baru 7 tahun....gadisku 10 tahun jilbaban juga...tapi manjanya..huuh banget....;o)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fanni ini anak ke 4, mas. Jadi dia sudah bisa melihat contoh dari kakak-kakaknya. Mungkin itu yang membuatnya mandiri.

      Hapus
    2. baguslah...
      ketimbang si ncit, berangkat sekolah pake kerudung tar sampe sekolahan ngambek ganti pake celana pendek lagi
      haha...

      Hapus
    3. Wah..wah... masak di sekolah pakai celana pendek.

      Hapus
    4. kalo manjanya anak kang hadi, itu ikut bakat bapaknya saat menawarkan dagangan ubinya ke konsumen :-)

      Hapus
    5. Ikut jualan ubi kok dibilang manja. Justru pinter dong :)

      Hapus
  8. Gue udah baca tentang Astri di buku Bunda, dan skrg gue ngebaca ttg Fanni ini! Masya Allah, mata gue bener2 berkaca-kaca. Cengeng gk sih anak bungsumu ini? Hiks..

    Kenapa? Karna adik2 gue smuanya cewek, tapi belum ada yg mantep kayak Astri & Fanni! ;-(

    #ka2kga2l

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seorang Andy bisa berkaca-kaca membaca cerita tentang Fanni ini. Semoga menjadi doa, semoga adik-adik Andy segera diberi kemantapan.

      #sodorin tissue

      Hapus
  9. Lanjuuitkan fanni jadi anak yg smg jd anak yg sholehah buat "investasi" ayah bunda di masa yg akan datang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. makasih om Topics... pagi-pagi menyempatkan bewe kemari nih... Selamat beraktifitas ya.

      Hapus
  10. Subhanallah Fanni... Sholehah banget sih nak...

    Semoga istiqomah,, aamiinn ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabb.. terima kasih doanya bunda Dzaky :)

      Hapus
  11. Fani pinter, semoga terus menjadi anak yang sholehah ya Fani :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Insya Allah demikian tante Santi.

      Hapus
  12. Subhanalloh, dek Fanni yang manis dan pinter....Sehat dan sukses ya Nak,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. makasih tante Astin. Trima kasih.

      Hapus
  13. Moga selamanya niatnya lurus begitu. Doain semoga aku juga punya seorang fanni... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Aku yakin mas Ridwan akan diberi yang lebih dari Fanni.

      Hapus
  14. Alhamdulillah. Jd makin cantik kelihatannya Fanni :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, semoga hatinya juga cantik selalu.

      Hapus
  15. Keteladanan, kasih dan doa bundanya mewujudnyata pada sosok putra putri pun Fanny. Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doa ayah dan bunda akan senantiasa mengalir pada diri anak-anak.

      Salam kembali mbak Prih

      Hapus
  16. fanni keren...
    susah lho bisa sadar begitu dengan sendirinya. kebanyakan dari kita mau berbuat sesuatu masih karena pamrih. beragamapun cuma modal warisan bukan pencarian...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Fanni bisa mempertahankan dan meningkatkan ibadahnya.

      Hapus
  17. semoga aku kelak bisa membimbing Noofa supaya bisa sholihah seperti kakak Fanny :)

    ada kuis kecil2an bun,

    http://www.noormafitrianamzain.com/2013/08/kuis-pantun-untuk-noofa.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.

      Sudah ke TKP dan mendaftar. Menangin dong. hehehe

      Hapus
  18. Lingkungan yang mendukung ditambah dengan hidayah yang Allah berikan, makin memuluskan jalan seorang anak untuk berkembang sebagai anak harapan.
    Yang memprihatinkan adalah ketika lingkungan mencontohkan yang tidak baik, ditambah lagi sifat yang dibawa anak juga kurang baik, lengkaplah sudah penderitaan orang tua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dukungan buat anak-anak memang harus kita berikan dari segala hal. Adalah tanggung jawab kita mendidik dan memberinya contoh.

      Terima kasih ya pak Mars.

      Hapus
  19. wuuaah subhanallah sekali udah cantik pintaar..:)
    andai saja adik aku masih ada,,pasti juga cantik dan pintar seperti Fanni :'(
    semoga jadi anak yg nurut sama ortu dan sholehah ya :)

    oia salam kenal
    kalau berkenan silahkan mampir ke EPICENTRUM
    ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga adik mas Rizki mendapat tempat yang baik di sisi Allah. :)

      Aamiin. Terima kasih doanya.

      Segera berkunjung ke TKP.

      Hapus
  20. Subhanallah..Fanni anak shalehah..

    BalasHapus
  21. Alhamdulillah ya Bu Niken, jika saja ibu2 muslimah lainnya mantab mengajari buah hatinya berjilbab sejak dini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya merasa terlambat malah menanamkan hal ini kepada anak-anak. Semoga anak-anak bisa istiqomah

      Hapus
  22. subhanAllah.... pengen ketemu sama dede fani :)
    cemuunguguutt eeaaa de :)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Pena Bunda © 2008. Design By: SkinCorner