Selasa, 18 Juni 2013

Hidayah Untuk Anakku #2

Bismillahirrahmannirrahiim,

Ada rasa bahagia, saat melihat dan mendengar Fanni membicarakan sebuah hal penting dalam hidup. Di usia  6 tahun, dia sudah mengerti sebuah kewajiban penting. Rasanya seperti mendengar nasehat dari bibir mungilnya. Dengan gayanya yang khas dan menggemaskan, Fanni mampu membuatku menitikkan air mata haru.

Beberapa hari lalu, Fanni dan Astri begitu kompak membongkar isi lemari pakaian mereka. Waktu aku tanya, untuk apa isi lemari dikeluarkan semua? Astri cuma menjawab, sedang dipilih-pilih yang bisa dipakai Fanni. Aku memang membiarkan mereka berdua dengan kekompakannya. Setelah selesai baru aku tanya lagi ke Fanni.

"Baju apa sih yang dicari tadi, Fanni?"

Sungguh diluar dugaanku, Fanni menjawab,"Yang bisa buat baju muslim aku. Kan aku mau pakai jilbab. Mbak Astri bilang, yang tangan pendek bisa dipakai, terus ditambah pakai jaket kaos."

Subhanallah, aku tidak mengira Astri melakukan itu untuk Fanni, dan Fanni dengan penuh kesadaran mau membantu. Aku memang sedang fokus menanamkan kepada Fanni tentang jilbab. Perlahan-lahan aku masuk pada pemahaman kewajiban berjilbab. Aku ingin saat Fanni memakai, itu sepenuhnya karena dia tahu bahwa itu adalah kewajibannya. Bukan sekedar ingin seperti bunda atau mbak Astri.

"Fanni tau kenapa harus pakai jilbab?"

"Tau dong, bunda."

"Kenapa coba? Apa alasan Fanni?"

"Kan itu perintah Allah, ada di Alqur'an. Perempuan itu harus pakai jilbab."

"Memangnya kenapa rambut juga harus ditutup?"

"Rambut itu aurat juga, bunda. Bener kan? Kan bunda sama bu Hani pernah kasih tau."

"Ihhh, pinter banget sih anak cantik bunda. Jadi Fanni mantap mau pakai jilbab?"

"Iya dong, pasti aku tambah cantik deh, iya kan?" (tetep aja keluar narsisnya)

"Pasti dong, Fanni bakal tambah cantik dengan berjilbab."

"Bunda, kalau di rumah eyang, aku boleh lepas jilbab nggak? Di dalam rumah aja kok."

"Boleh, sayang. Kalau di depan eyang boleh. Tapi hati-hati loh nak, rumah eyang kan ada warungnya, kalau di depan yang beli, Fanni harus pakai."

"Oh, iya. Oke bunda. Bunda juga jangan lupa."

"Apa nak?"

"Nanti kalau beli seragam SD buat aku, belin yang panjang-panjang."

"Subhanallah, Fanni pinter. Nanti Fanni ikut bunda ya kalau beli seragam SD."

"Asyiiiiikkk...!"

Duuh, pelukan eratku untuknya, ciuman sayangku, belaian tanganku, cukupkah membuat Fanni tahu kalau aku amat bersyukur atas nikmat ini? Air mata yang menitik sedikit ini, merupakan wujud bahagiaku.

Semoga kau istiqomah, anakku.




54 komentar:

  1. kecil2 udah pinter.. , faham lagi..
    pasti kare bundanya adalah tauladan mereka....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, pemahaman itu bisa Fanni terima.
      Rasanya bundanya ini belum bisa menjadi tauladan yang baik buat anak-anak. Banyak sekali kekurangan yang dimilikinya.

      Hapus
  2. Subhanalloh Bunda...mau peluuuuk *aaach lagi cengeng niich.

    Astri hebat dengan pemikirannya, Fanny lebih keren. Kalian semuanya manis, punya hati bak mutiara...sehat, pintar dan istiqomah selalu ya Nak.

    Salam buat putrinya Bun

    Salam
    Astin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Astin jadi sering nangis nih kalau main ke tempat saya. hehehe...#sodorin tissue.

      Terima kasih mbak, Salam kembali.

      Hapus
    2. Kangen punya sahabat yang saling menebarkan sahabat. Jarak membentang Bun, kini ada Bunda...

      Hapus
    3. Terima kasih mbak Astin mau bersahabat dengan aku. Senang sekali rasanya.
      Saling menasehati aja ya mbak :)

      Hapus
  3. Subhanallah....hebat fani..semoga.kinan kelak juga sepert mbak fani..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Kinan bisa lebih awal memiliki pemahaman ini.

      Hapus
  4. subhannallah fanny, semoga menjadi anak yg shalehah sayang ya :), ini berkat bundanya juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.
      Terima kasih kakak Tia. Doakan Fanni istiqomah ya.

      Hapus
  5. Subhanallah udh cantik shalihah pula... Moga2 Nadia jg bisa spt Mbak Astrid n Fanni.... Amiin ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Allah menitipkan anak-anak cantik ini pada saya. Semoga Nadia, Astri, Fanni menjadi anak sholehah :)

      Hapus
  6. Kata orang jawa kacang ora ninggal lanjaran..
    bibit yang baik akan menghasilkan yang baik pula..

    Fanni pinter deh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabbal Alamiin. Terima kasih mas Insan.
      Rasanya masih jauh dari baik nih bundanya.

      Hapus
  7. saya senang bgd bacanya. Alahmdulillah.

    BalasHapus
  8. Tambah ayu
    Good
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, makasih pakde.

      Salam kembali.

      Hapus
  9. Fanni pasti tambah cantik deh dg pakaian muslimah, Nak. Alhamdulillah ya, Mbak Nik. Slm syg selalu utkmu sekeluarga. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, salam kembali buat kel mbak Alaika,

      Thanks ya mbak.

      Hapus
  10. teringat keponakan, anaknya kakak bun, masih TK, waktu kita lebaran ngumpul di rumah orang tua, nah saat mau pergi kebetulan kerudungnya ponakan ketinggalan di dalam rumah, dengan polos dan lucunya dia bilang,"kalo ga pakai kerudung nanti berdosa...." ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari mulut2 anak-anak, kita banyak belajar. Sering mereka mengingatkan kita, hanya kadang kita tak menanggapinya.

      Hapus
  11. Kebahagian orang tua merupakan pintu rejeki rahmat tersendiri dari Tuhan, bila kita dikarunia anak yang cerdas dan sholeh. Amiiiiin......

    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, Insya Allah demikian, mas Indra.

      Trimakasih, salam kembali.

      Hapus
  12. Fanni tentu melakukan itu semua, selain karena niatnya... juga karena punya bunda terbaik dalam hidupnya. semoga istiqomah ya, bun :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, malu ah dibilang yang terbaik.
      makasih mbak Mira :)

      Hapus
  13. Subhanallah sungguh anak yang luar biasa, pasti bundanya bangga mempunyai anak yang sholeha. Saya ikut terharu mbak Niken membaca tulisannya. Anak yang luar biasa tentu dilahirkan oleh seorang ibu yang hebat. Mudah-mudahan istiqomah mbak. Jadi ingat anak saya yang tak pernah ketinggalan sholat jumatnya atau belajar mengajinya setiap sore, tanpa paksaan dari saya maupun ayahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, pinter dan sholeh sekali putranya mbak Yuni. Kalau sejak dini anak-anak melakukan ibadah tanpa paksaan, rasanya kita tenang ya mbak. Setidaknya itu bekal buat mrk kalau kita tak ada nanti.

      Hapus
  14. subhanallah bund,,,, hati saya rasanya begitu tersentuh, baik benar niat anak polos 6 tahun, saya yakin dibalik itu semua ada seorang ibu yang sangat hebat :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas. Semoga anak-anakku kelak bisa lebih baik dari bundanya.

      Hapus
  15. alhamdulillah. kayak cerita sahabiyah di jaman nabi muhammad dulu. ketika turun ayat berhijab, langsung para perempuan di jazirah arab mengambil kain2 besar dan lebar di sekitarnya untuk berhijab.. anak perempuan pertama sy yang berusia empat tahun pun insya Allah akan berhijab sempurna. mohon doanya bunda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga anak-anak kita selalu terjaga iman dan takwanya ya mas Rusydi.
      Terima kasih.

      Hapus
  16. Subhanallah Fani hebat sekali, kecil2 udah tau kewajiban sebagai muslimah...

    Semoga Fanni selalu istiqomah ya..
    Semangat Fanni!!! Fanni emang makin cantik pakai jilbab..

    Salam buat Fanni ya bund.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trima kasih bunda Dzaky. Mendoakan kebaikan buat Dzaky juga.

      Salam kembali.

      Hapus
  17. Dan Fani lebih cantik pake Jilbab Bunda :)

    BalasHapus
  18. alhamdulillah memakai hijab timbul dari keinginannya sendiri. Support dan biasakan terus bunda. Supaya kalau besar sudah terbiasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah akan selalu support anak-anak.

      Hapus
  19. semakin cantik dengan jilbabnya...... doakan ya mbak semoga kelak Kanaya bisa istiqomah dan berjilbab terus seperti anak2nya mba Niken....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, Insya Alloh anak-anak bisa istiqomah.

      Hapus
  20. waaah keren, alhamdulillah.. semoga si princess istiqomah ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terima kasih Lina, itu harapan kita semua.

      Hapus
  21. Allhamdulillah Fanny sudah sadar untuk berjilbab. mbak Pascal suka tanya misalnya dijalan atau di tv nanya si A atau B islam bukan? kok gak pakai jilbab yang cocok jawabnya gimana ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang agak sulit menjawab pertanyaan itu, mbak Lidya. Kadang aku menjawab, sepertinya dia belum tau tentang kewajiban berjilbab. Tapi kadang jawaban itu juga dibantah sama fanni, mosok orang Islam ga tau. Nah loh... makin bingun deh tuh :D

      Hapus
  22. Subhanallah, Fanni pintar ya..:-)
    Tambah cantik:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, doakan Fanni istiqomah dan bisa menjaga dirinya.
      Trima kasih mbak Lyliana

      Hapus
  23. subkhanalloh... ampe bergetar bacanya.
    insya Alloh jadi anak yg solekhah

    BalasHapus
  24. bila sang anak dibesarkan dalam bimbingan keluarga muslim yang senantiasa menghadirkan contoh suri tauladan islami, maka insya ALLAH jiwa sang anak juga akan berkembang secara islami :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Insya Allah demikian ya pak Hari. Ingin sekali membekali mereka dengan keimanan, agar menjadi bekal mereka dalam kehidupannya.

      Hapus
  25. I can't say anything Bun...

    BalasHapus
    Balasan
    1. You didn't have to say anything. :)
      May Allah bless you.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Pena Bunda © 2008. Design By: SkinCorner