Minggu, 28 Juli 2013

Senjata-Senjata Hilman

Bismillahirrahmannirrahiim,

Mengenali sifat dan perilaku masing-masing anak, sebagai ibu rasanya seperti harus bisa menjadi psikolog keluarga. Bagaimana bersikap kepada anak yang satu tentu saja berbeda dengan anak yang lain, apalagi dengan usia dan perbedaan laki-laki dan perempuan. Pada intinya, sebagai orang tua tentu saja aku mencintai semua anak-anakku.

Hilman Zata Amani adalah anakku yang nomor tiga. Laki-laki, sekolah kelas 6 SD. Kami sekeluarga sepakat bahwa Hilman mempunyai sifat paling unik dibandingkan saudara-saudaranya. Dengan Luthfan yang satu-satunya saudara laki-laki, amat beda sekali segalanya. Apalagi dengan Astri, Fanni ataupun Kayla. Memahami sifatnya adalah hal yang paling sulit. Banyak hal yang bila aku terapkan kepada saudara-saudaranya yang lain bisa berlaku, tapi pada Hilman tidak. Aku harus mencari cara lain untuk menerapkan sebuah aturan, atau hal baru kepadanya untuk membuat hasil yang kurang lebih sama dengan saudara-saudaranya.

Seru dan makin menantang rasanya tugasku sebagai seorang bunda dengan hal-hal tersebut. Perlu kreatifitas sambil tetap memperhatikan perasaan anak-anak semua. Tidak selamanya aku berhasil. Kadang terjadi juga kesalahan dalam bersikap yang membuat Hilman sedih dan kecewa. Aku bahkan pernah memeluknya sambil menangis minta maaf atas kelalaian yang aku buat. Hilman hanya mengangguk-angguk tanda memaafkanku sambil menghapus air matanya.

Hilman anak yang kreatif. Dia suka memanfaatkan barang-barang bekas untuk membuat apa saja yang melintas dalam ingatannya. Walau belumlah hal-hal yang luar biasa, tapi buat kami apa yang dibuatnya adalah sebuah kemampuan yang besar yang terpendam pada dirinya. Semoga aku dan ayahnya bisa mengarahkannya dengan baik supaya kemampuan Hilman bisa berkembang.

Belakangan, Hilman suka sekali membuat berbagai jenis senjata dari kertas bekas yang digulung-gulung. Awalnya, Hilman minta dibelikan tembak-tembakan yang berpeluru bulat-bulat kecil. Aku tidak membelikannya karena kuatir kena saudaranya atau benda-benda lain di rumah. Ternyata hal itu malah memancing kreatifitasnya untuk membuat sendiri tembakan.

Bahannya adalah:
Kertas HVS bekas, sedotan, cotton bud, karet dan isolasi.

Dan inilah beberapa karya Hilman:






Proses membuatnya:
Ambil 3 lembar kertas kemudian gulung kecil dan padat. Bentuk dan relatkan dengan isolasi, kemudian dikencangkan dengan karet. Sedotan dan cotton bud digunakan sebagai senjata jadi tidak sakit kalau kena orang.

Walau kelihatannya sederhana, tapi daya lontar semua senjata-senjata itu cukup jauh dan keras. Kalau senjata diganti benda tajam, bisa bahaya loh. Hilman juga membuat video bagaimana memainkan salah satu tembakan buatannya. Semoga bisa disetel nih videonya.


video


Nah, Hilman anakku... semoga makin kreatif dalam berkarya ya. Bunda senang lihat Hilman rajin memanfaatkan barang-barang bekas yang ada untuk dibuat menjadi sesuatu.

48 komentar:

  1. Dunia kreatif selalu dapat melihat apa yang tidak dapat dilihat dari orang lain untuk lebih bermanfaat dengan pengembangannya secara inovasi.

    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas Indra, nggak sangka Hilman terpikir membuat senjata-senjata itu. Lumayan buat mengisi waktu puasanya.

      Salam kembali.

      Hapus
  2. Hayo Hilman digali lagi kreatifitasnya... tapi jangan senjata gitu ah.. takut liatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga pernah bilang gitu mas. Coba buat yang selain senjata. Tapi Hilman bilang sedang penasaran sama senjata. Nantilah buat bentuk lain.

      Bisa belajar bareng mas Devon ya. Beberapa hal ada kemiripan dengan bidang Devon.

      Hapus
  3. Kreatifnya Hilman, mewujudkan imajinasi melalui keteknikannya. Setiap putra/i sekandungpun tercipta sebagai pribadi yang unik ya Jeng Niken. Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Prih. Anak-anak punya bakat dan minat sendiri2. Tinggal mengarahkannya saja.

      Salam kembali.

      Hapus
  4. wow...kalo di makassar..itu bisa dipake buat perang antar kelompok, peluru senjata berupa busur dan pestol diganti dengan anak panah dari baja...jadi senjata mengerikan dan mematikan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wiiih, sereeem. Jangan aah. Ini cuma buat seneng2 Hilman ajah. Semoga tak ada lagi perang antar kelompok di sana.

      Hapus
  5. kalo sy disuruh buat mainan kaya' gitu pasti deh ga bisa, orang nilai pelajaran keterampilan jelek mulu hehe...
    chayooo hilman ^_^

    *kemaneajenihbarukelihatan*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laah sama dong mas. Bundanya juga bisanya bantu isolasi aja kok. "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮

      Ada aja kok mas Topics. Makasih ya.

      Hapus
  6. Ini Hilman memang kreatif, Bund. . .
    Apalagi menggunakan cutton bud ini, inovasi juga lho. Supaya tidak sakit saat dipanah nanti. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya Hilman berhati2 sekali kuatir kalau akan mengenai Fanni. Jadi dia pilih cotton bud buat ujung anak panahnya.

      Hapus
  7. Hilman kreatif banget mbak, aku kasih lihat pascal ya postingan ini siapa tau dia mau buat juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, dengan senang hati silahkan, mbak Lidya.

      Hapus
  8. Hehe.. Sbenernya kemarin sekalian pengen minta dibuatin hasil karya Hilman! Tapi entar deh gue bikin sendiri, dah ada tutornya ini kan?

    Dan bahan2nya bakalan lebih ekstrim dan eksplosif! Bhahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, belum jadi buat tutornya. Kemaren udah coba rekam tapi jelek hasilnya.

      Jangan buat deh Eksak. Bisa gawat ntar, ngalahin teroris. "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮

      Hapus
    2. Ya udah deh daripada jadi teroris mending gue minta maap lair batin aja pada Bunda skelurga! Maap juga karna lebaran ini anakmu gak pulang! Hiks

      Hapus
    3. hehehe... dijewer aja kalau lama nggak pulang-pulang.

      Hapus
  9. Wah salut banget utk Hilman... aku suka sekali anak2 yang kreatif spt Hilman ini.
    Indonesia membutuhkan generasi muda yg kreatif spt itu.
    Ayo Hilman... teruslah berkreasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Hilman bisa berkreasi dengan bentuk lain.
      Terima kasih ya.

      Hapus
  10. kreatif, deh, Hilman. Top! :)

    BalasHapus
  11. Wah hebat Hilman, kreatif sekali... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Semoga Hilman bisa membuat model-model yang lain. Dan semoga anak-anak kita selalu bisa memanfaatkan tiap tahap perkembangan usianya dengan baik.

      Hapus
  12. memang setiap anak punya keistimewaan tersendiri ya, Mbak. Beruntunglah anak-anak yang memiliki orang tua yang bisa memahami keunikan setiap anak2nya. Sayangnya, tidak semua orang tua punya kesabaran dan ketelatenan dalam menyelami dan memahami setiap anak-anaknya.

    Hilman, berbahagialah kamu sayang, punya bunda dan ayah yang senantiasa berusaha untuk memahami, mengerti dan mendukungmu. Semoga makin kreatif ya, Nak.

    Mbaaaak, udh bikin kue lebaran belum nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mbak Al? Dimana nih sekarang?
      Aku nggak buat kue lebaran ah. Sibuk sama hal lain ajah :)

      Walau belum maksimal, kami akan berusaha mensupport Hilman.

      Trims ya mbak :)

      Hapus
  13. permainannya aman lagi. Perlu dikembangkan nih bakatnya. Apalagi bisa memanfaatkan bahan limbah. Ancung jempol deh !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makin banyak model senjata yang Hilman buat. Sekarang ayahnya sering bawa kertas bekas dr kantor buat dipakai Hilman.

      Hapus
  14. Balasan
    1. Alhamdulillah. Terima kasih mbak Nathalia

      Hapus
  15. tantangan yang indah bisa mendidik dan menyaksikan anaknya berkreasi, apalagi kreasinya make barang bekas, sesuatu banget tuh....selain juga ngirit uang beli mainannya...
    #De' Hilman....lanjutkan aksi kreatifitasmu n'duk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang Hilman jarang minta mainan. Buat dia mainan itu ya melipat, menggunting, memotong, menempel dsb.

      Hapus
    2. asik banget yah....kenapa anak2 ngga sama Hilman sih?

      Hapus
    3. Semoga makin byk anak2 kreatif bahkan lebih berinovasi.

      Hapus
  16. masih suasana lebaran khan,
    jadi nggak apa2 kan kalo aku mohon dimaaafkan lahir batin kalau aku ada salah dan khilaf selama ini,
    back to zero again...sambil nyari ketupat....salam :-)

    BalasHapus
  17. wuih mulai sekarang saya panggil Hilman si Macgyver aja deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... harus lebih jago dari om Macgyfer

      Hapus
  18. Film Mekgiver ini keren ya. Wajahnya si mekgiver mirip Richard Marx ya hehiehiee. Penyanyi bule yang lagunya right here waiting tu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aiihh.. pak Asep penggemar Richard Marx rupanya.

      Hapus
  19. masih blum ada yang gres ya Bun.. lagi sibukkah? atau jangan-jangan udah jadi juragan panah nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum ada nih mas Lozz. Kok rada mentok nih belakangan ini.

      Hapus
  20. hilman anaknya kreatif juga ya...yang penting kreatifitasnya jangan disalah gunakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah hanya buat kesenangan saja kok kakak... Hilman tau batasannya.

      Hapus
  21. Wah, bisa untuk berburu lalat dan nyamuk nich...
    Lengkap ada tutorialnya segala.
    Perlu segera dipatenkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lalat dan nyamuk kecepatan terbangnya lebih wus..wusss... dari pada pelurunya Hilman. hehehe...

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Pena Bunda © 2008. Design By: SkinCorner