Senin, 21 Oktober 2013

Pertanyaan Untuk Anak-Anak

Bismillahirrahmannirrahiim,

Masih ingin menulis di blog ini, meski sebetulnya Lovely Little Garden sudah agak lama tidak update. Rasanya sedang senang bicara tentang anak-anak. Makin hari, makin ada saja yang membuatku tersenyum dari sikap dan perilaku anak-anak. Tak selamanya tersenyum sebetulnya, sebab dibalik tingkah laku manis anak-anak, selalu saja ada yang berbeda pendapat dengan ayah bundanya. But... so far so good-lah.

Melihat-lihat galery hape Astri sering dapat yang lucu dan unik aja. Tentu saja ini aku lakukan atas ijinnya. Kalau tidak, ya mana bisa aku buka hapenya, secara bunda satu ini kan gaptek. Salah pencet aja teriak-teriak dulu biar bisa kembali ke menu sebelumnya. Hihihi...

Galery hapenya banyak berisi quote, coretan-coretan tangannya, foto-foto diri dan teman-temannya, foto-foto benda, pemandangan atau apa saja yang nantinya bisa dia jadikan background quote. Dan... lagi-lagi aku tertarik pada sebuah tulisan tentang ibu dalam bahasa Inggris. Membacanya, aku tersenyum tipis dan tak tahan untuk memanggil dan bertanya pada Astri.

tulisannya sudah aku edit sendiri

"Astri, tulisan yang ini, menurut Astri, Mom-nya bawel nggak?"

"Bawel sih, tapi no problem."

"Maksudnya?"

"It's mean, their mom don't care with their kids."

"So...?"

"So... I prefer you ask me some question."

"Are you sure?"

"Iya Bundaaaa... Ditanya-tanya begitu kan artinya my mom perhatian. Nggak masalah, malah suka."

"Tapi kan ada yang merasa selalu diawasi, ibunya cerewet, kepo, mau tau aja, dan... banyak lagi."

"Ahhh.. anak-anak itu aja yang lebay. Kalau dicuekin baru tau rasa deh ntar. Bunda ingat nggak kemaren waktu aku ijin mau pergi malah minta bunda tanya-tanya persiapanku. Kuatir ada yang kelupaan. Aku malah pengennya bunda tau aku pergi sama siapa aja. Aku jadi lebih merasa aman."

"Alhamdulillah... Bener begitu, Nak?"

"Iya Bundoooo... Believe me."

"Tapi pertanyaan bunda beda dengan yang ada di tulisan itu."

"Ya harus beda doong... Because I'am special... Am I, Mom?"

"Hahaha... Of course, dear. Remember the list?"

"Ingaaaatt....! Pertanyaan wajib beserta pertanyaan tambahan sesuai dengan situasi dan kondisi. Hahaha...... I love you, Mom."

Apa lagi selanjutnya kalau bukan peluk dan cium buat gadisku itu.

Inilah pertanyaan wajib bunda buat Astri 

Kalau menurut teman-teman semua, bagaimana dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyertai anak-anak bila minta ijin pergi? Perlukah? Atau malah tidak, dengan maksud melatih kemandirian dan tanggung jawab anak. Sebatas mana kita bisa bertanya kepada anak-anak? Kita sharing yuk... ^_^







94 komentar:

  1. Jaman sekarang? Perluuuuuuuuu bangettt. Bukan krn kita tdk percaya, hanya agar kita tahu bhwa mereka akan baik-baik saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga merasakan itu. Makanya rela dikatain bawel sekalipun.

      Hapus
    2. Kalau anak yang menyebut Bawel terdengar indah :)))

      Hapus
    3. Bagai mengatakan, Sayang. Ya pak Asep?

      Hapus
  2. saya bisa membayangkan betapa harmonisnya interaksi antara Mbak Niken dengan putrinya. Kalo boleh sok pinter, ini sebagai bentuk interaksi sosial demokrasi karena masing-masing pihak bisa menempatkan pendapatnya sesuai dengan kedudukannya tanpa mengurangi rasa hormat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya memang tidak terlalu ja'im kalau sama anak-anak. Kami bisa bercanda tanpa mengurangi rasa hormat. Kadang memang ada kelepasan, dan pada saat seperti itu bisa diberikan nasejat.

      Hapus
  3. aku belum berpengalaman jadi orang tua kak. Tapi sebagai anak kalau hape-nya dibuka oleh orang tua, kayaknya kok nggak nyaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya buka hape Astri bukan diam2. Astri yang membukakan kunci dan galerynya. Saya tidak membuka bagian lainnya. Astri percaya pada bundanya tidak akan mengganggu privasinya. Mungkin buatnya, tak ada yang perlu dirahasiakan sama bundanya di dalam galery itu. Semoga Astri tetap nyaman.

      Hapus
  4. Demi perhatian dan kewaspadaan, mengijinkan dan desertai pertanyaan adalah hal yang sangat penting. Agar anak juga bisa mengemukan alasannya. melatih cara berkomunikasi dan dialog, agar dewasanya mampu tampil dimuka umum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, anak dituntut tanggung jawab untuk menepati kata-katanya sendiri.

      Hapus
  5. Tapi sekarang justru banyak anak yang menganggap orang tua terlalu bawel dan kuno. kadang justru ditimpali pertanyaan balik, :" orang tua kayak tidak pernah muda saja"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serba salah.
      Ditanya-tanya, orang tua dikatain bawel.
      Didiemin, orang tua dikatain nggak perhatian.
      Lalu dijadikan alasan buat mereka menjadi bebas di luar rumah.

      Hapus
  6. mgkn bg sebagian anak2 muda bila ayah bundanya byk bertanya dibilang cerewet,kepo dsb..padahal itu salah satu bentuk perhatian & kasih sayang orangtuanya ya mb :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua itu sebetulnya bagaimana kita membangun komunikasi dengan anak-anak. Bagaimana kita menyampaikannya agar pertanyaan-pertanyaan itu terdengar sebagai bahasa kasih sayang orang tua kepada anaknya.

      Hapus
  7. Sebagai anak (meskipun laki-laki) saya senang di tanya seperti itu..
    Betul, itu tanda cinta.. karena cinta itu ada cemburu, khawatir, melindungi, dan juga percaya. Betulkan Bunda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas. Sebab pada dasarnya ijin untuk pergi sudah diberikan. Hanya sekedar memberi kenyamanan buat yang pergi dan yang ditinggal.

      Hapus
  8. me: bu dolan sek yoo Assalaamualaikum;
    mbok: dolan kok terus.. (kepaksa jawab) wa alaikuumussalaam
    ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbok: Le.. ojo nggowo sendok yo ^_^

      Hapus
    2. maksuteee gowo sendok segala.... #ElingDieet

      Hapus
    3. kan iseh ono entong karo garpu maak

      Hapus
  9. Orang tua memang harus bisa menjadi sahabat buat anaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naaah.. itu yang selalu saya harapkan. Bisa menjadi sahabat buat anak-anak saya.

      Hapus
  10. Perlu mbak Niken...artinya kita peduli dengan keberadaan anak-anak kita.
    Tapi seiring bertambahnya usia, aneka pertanyaan itu tidak saya tanyakan sekaligus supaya kesannya tidak diinterogasi...hehe, saya takut anak saya malah jadi bete karena saya banyak bertanya saat dia sedang bersiap-siap.
    Kuncinya adalah, saya akan bertanya sepintas lalu, di waktu-waktu yang berbeda...
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak. Intinya ya cara kita menyampaikannya pada anak-anak. Tidak secara formil melakukannya. Santai saja dan memahami situasinya.

      Hapus
  11. kalo gak ditanya2.. Gitu.. Kesanya ortu cuek n gak peduli apa yang terjadi sama anak2...

    Makanya jika terjadi kecelakaan atau sesuatu pada anak,
    Ada yang bilang, gak tau kalau anaknya pergi kemana..dengan siapa??

    Intinya tanya2 itu penting... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanggung jawab orang tua sudah mengijinkan anaknya pergi, jadi sekedar pertanyaan2 penting tak masalah lah.

      Hapus
  12. harus kalau menurutku mbak pertanyaan2 itu, namanya anak2 selalu harus diingatkan tiap saat

    BalasHapus
  13. Wah asyik bgt bisa punya hubungan harmonis bgni sma anaknya yg ABG. Gmn tu bun resep nya biar mesra gitu? Pgn blj dr skr ah ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak ada resepnya kok mbak Muna. Mungkin seperti yang mas Belalang bilang.. Lebay... hihihi...

      Hapus
  14. Menurutku, bertanya kepada anak sangat perlu Mbak Niken. Kalau tak bertanya bagaimana kita tahu kemana mereka akan pergi, dengan siapa, atau apa yang akan mereka lakukan. Waduh aku selalu ngeri berada dalam kegelapan hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah... mbak Evi yang punya putra sudah besar2 saja masih bisa merasa khawatir. Tapi bagaimana kita mau bertanggung jawab kalau kita nggak tau apa-apa ttg kepergian anak kita, ya mba...

      Hapus
  15. Bawel yang baik itu baik dari pada ngediemin dan ngebebasin tanpa mendidik. Istri saya harus banyak belajar nih ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangun dulu komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak, jadi tidak terkesan sebagai kebawelan, tapi perhatian.

      Hapus
  16. anak itu adalah amanah dari ALLAH yang dititipkan kepada kita, jadi adalah kewajiban bagi kita untuk menjaganya dengan baik, termasuk saat ia akan berpergian bersama temannya, setiap detail yanh akan ditanyakan sebaiknya ditanyakan, jangan disimpan dalam hati dengan alasan takut dibilang orang tua yang terlalu mengekang....lebih baik dituntaskan segala pertanyaan sebelum ia berangkat pergi,,,,ini demi kebaikan sang anak itu sendiri,,,,,karena lebih baik kita waspada terhadap segala sesuatu...daripada mengabaikannya dan menyesal dikemudian hari.....salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... cocok nih sama pak Hari. Siipp pak... Makasih ya.

      Salam kembali.

      Hapus
  17. kalau menurut saya mungkin sebaiknya perlu tetap ditanyakan, karena kepo itu mungkin sudah jadi kewajiban orang tua trhadap anaknya :D

    jadi bisa belajar jadi ortu lewat blog ini hehe...walaupun dari sudut pandang seorang ibu tapi tentunya tak ada salahnya juga diterapkan seorang ayah ya mbak :)

    tentunya sangat membanggakan sekali mempunyai anak seperti neng astri ini ya mbak hehe...

    saya follow blognya ya mbak niken

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga banyak belajar dari tulisan-tulisan teman-teman. Saling sharing tentang anak-anak bisa jadi masukan.

      Anak-anak semua memang membanggakan saya, kang.

      Terima kasih sudah di follow.

      Hapus
  18. Biasanya yg saya lakukan adalah berpesan
    jaga diri baik-baik jangan lupa pada Allah...

    dan dalam hati kukatakan:
    Ya Allah
    Kutitipkan anak dan Istriku kepadaMu, jagalah mereka Ya Allah, seperti Engkau telah menjaga Ismail dan Ibunya ditengah gurun pasir yang tiada bertepi

    BalasHapus
    Balasan

    1. Subhanallah... Singkat padat efektif efisien.

      Hapus
  19. Bunda...itu perlu sekali...jaman sekarang gitu looh ya...heheee, jadi ternyata aku juga punya pertanyaan yang rada aneh juga ke suami ya *bukan enggak percaya tapi biar aku tahu dan aku nyaman itu sajah...hehee. Kelakpun aku akan begitu juga dengan anak-anakku, aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak Astin. Kita hanya ingin merasa tenang dengan kepergian mereka.

      Hapus
  20. karena belum punya anak, aku nyimak dulu ya mbak komentar dari rekan Blogger yg lain :)

    BalasHapus
  21. Mau dikatain cerewet, mau dikatain kepo, apapun lah, demi anak tersayang agar sesuatunya tidak ada yang terlambat ^_^

    BalasHapus
  22. perlu kalo menurutku Bun, toh itu jg indikasi perhatian ke anak kan ya, dan walopun terkadang nyebelin 'diinterogasi' begitu, tapi kalo udah gede begini, malah ngangenin dicerewetin begituh hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau udah besar malah jadi kenangan ya Orin.

      Hapus
  23. senang sekali tiap kali berkunjung kesini.. terasa sekali suasana keharmonisan antara ibu dan anak.. saya harus belajar banyak kepada bunda..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menikmati suasana aja kok Ummu.
      Saya juga belajar banyak kalau mampir ke blogg Ummu
      Trimakasih ya.

      Hapus
  24. Hahaha... jadi inget dengan segala rentetan pertanyaan yang sering aku ajukan ke shasa mbak. Biarin aja dibilang "kepo" (minjem istilah anak remaja sekarang) tapi dengan begitu aku bisa tahu apa yang dialami Shasa mbak :)

    Salam sayang buat Astri...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang udah dari sononya ya emak-emak itu kepo. Hihihihi...

      Salam kembali

      Hapus
  25. Bagi sebagian orang tua, memang ada yang merasa ingin memberikan kebebasan penuh pada anak2nya... tapi kesiapan mental anak belumlah sempurna sehingga kebebasan penuh itu seringkali disalahartikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak Reni... kebebasan itu juga harus memperhatikan tingkatan usia dan mentalnya.

      Hapus
  26. Belum punya anak, jadi belum bisa jawab pertanyaan Bunda.. sebagai anak memang kita musti nurut perintah orang tua.. bilang "ah" aja gak boleh ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau semua anak kayak mas Wahyu, Insya Alloh bisa tenang orang tua.

      Hapus
  27. Kok Astri yang perempuan, saya aja jiga sering dihujani pertanyaan sama Mama kalau pas mau pergi keluar.

    Pulang kerja langsung pulang, gak usah mampir-mampir.
    Pulang gak usah terlalu larut, jam 9 aja (hallo gue cowok Mak).
    Jaketan, kalau perlu bawa helm.
    Sepedahnya diparkir yang bener, di tenggok, sering ditengok. (padahal yang jaga parkir anaknya sendiri).

    Haduhhhhh Mama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahha... Mamanya sayang banget sama mas Jaswan.
      Ngangenin ya kalau sedang berjauhan. Pasti deeh.

      Hapus
    2. Oh benar Nda, sampai-sampai aku merantau aja gak kerasan. Haduhhh..

      Hapus
    3. Nah tuh kan bener,
      Bunda pengen dikangeni sama anak-anak bunda

      Hapus
  28. kadang dirasa cerewet memang bun,.,, tapi ini lah bukti bahwa ibu itu peduli terhadap anaknya

    BalasHapus
  29. Astri, merasa dilindungi ya? Hihihihi

    Ibu saya juga seperti itu, Bund. Biarin teman2 mau bilang "Idah kayak anak kecil yang masih diawasi".

    Terpenting saya nyaman dan merasa aman jika Ibu kasih pertanyaan2 sebelum saya pergi. Daaaaaan, malah aneh ketika mau pergi tapi Ibu tak bertanya papaun. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oohh.. gitu ya Idah. Kayaknya Astri juga bgtu deh.
      Apalagi dia itu pelupa, suka ada aja yg ketinggalan.

      Hapus
  30. Kalau anaknya perempuan itu sangat perlu sekali Mbak!! Kalau laki sih gak usah terlalu dijagain juga aman kok itu.. sperti saya ini. Saya paling cuman ditanya sesekali aja sama ortu. Dan seringnya cuman bertanya "Mau kemana?" ^_^

    Tapi jujur kalau saya udah jadi ortu juga pengen bisa terus awasi anak-anak. Dengan begitu pasti kita bisa lebih dekat dengan mereka sebenarnya! Asal kqn caranya juga menyesuaikan dengan hati si anak [tidak otoriter]

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas Chaidir. Saya lebih menekankan pada membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak dulu sebagai dasar kita menjaga satu sama lain. Dgn begitu, kita akan lebih mudah menyampaikan sesuatu kepada anak-anak.

      Hapus
  31. SubhanaAllah mbak Niken pertanyaannya. Jadi inget cerita Ibrahim,"Maa tak budu mim ba'dii"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan standar. Sekedar mengingatkan bahwa dalam langkahnya keluar rumah, harus minta perlindungan dari Alloh

      Hapus
  32. Orang tua memang harus bisa menjadi sahabat buat anaknya.

    BalasHapus
  33. senang sekali tiap kali berkunjung kesini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Terima kasih kunjungannya mbak Hanifiah.

      Hapus
  34. Engga nyangka kalau Bunda Lahfy realy realy fasih speaking england wkwkwk

    BalasHapus
  35. jika aku pamit ke mama dan bapak, paling ditanya, mau kemana ? pulang jam berapa ? dan hati-hati dijalan.. :D

    mendapat perhatian dari orangtua, suatu kebahagiaan tersendiri,

    sayang orangtua, syng bunda.. :D

    salam hangat dari makassar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah kalau hal-hal demikian dinilai sebagai perhatian. Orang tua juga akan bahagia.

      Sayang Neni juga
      Peluk cium dari Jakarta

      Hapus
  36. Di zamanku dulu gak pernah aku dapat pertanyaan seperti ini. Boro-boro di tanya, pamit aja nggak pernah hehe..
    Dan sepertinya Ibu saya sudah hapal sama anak gadisnya, jadi klo pulang cuma di tanya, dari mana kok pulang jam segini hehe..
    Untungnya anak gadisnya gak berani macam-macam *masak sih*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang tua mbak Yuni pasti punya alasan untuk itu.
      Tapi kalau aku nggak bisa deh tuh diem aja. Emak lebay ini bakal kayak petasan gantung kalau udah nanya-nanya. qiqiqi

      Hapus
  37. Balasan
    1. Mau ah nanyain Tian?
      Kemana aja? Kok lama nggak mampir kemari. hehehe

      Hapus
  38. Saya merasa berdosa banget kalau ingat dulu, pulang sekolah langsung man ke rumah teman tanpa bilang orangtua di rumah, kebayang mereka bingungnya mau cari ke mana. Sekarang setelah punya anak terasa banget. Dan baca tulisan Mba Niken ini, bikn saya ingin meningkatkan komunikasi yang baaik dengan keluarga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang kenangan masa kita suka melawan orang tua, sering teringat dan merasa bersalah. Setidaknya itu bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak melakukan hal yang sama kepada anak-anak kita.

      Hapus
  39. Hal semacam ini sangat di perlukan, karena pendidikan seperti ini merupakan pendidikan moral dan budi pekerti agar anak-anak tidak menyepelekan dari hal yang terkecil dan tanggung jawab Mba.

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan komunikasi yang baik, kita akan bisa dekat dengan anak-anak.

      Hapus
  40. pertanyaan spt itu perlu. Jd kita tau mereka mau kemana. Bikin hati tenang juga

    BalasHapus
  41. Sama Bunda, saya juga suka tanya ini itu sama anak-anak. Wajarlah, seorang Bunda kan ingin memastikan bahwa anak-anak dalam kondisi baik, aman dan terkendali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naahh.. begitu itu maksudnya, mbak Ety ^_^

      Hapus
  42. kalau berdasarkan kuliah sih.. pertanyaannya disesuaikan dengan usia bunda.. belum praktik sih hihihi belum punya anak soalnya.
    tapi, kalau menurut pita, wajar dan normal sekali jaman sekarang seperti itu.. hanya saja tidak terlalu sering dan berulang-ulang.. maksudnya, seorang ibu harus tahu juga jadwal main hari ini jam segini dengan siapa, jadi anak juga merasa dipercaya.. tidak perlu diingatkan berulang-ulang.
    may be yess.. may be no.. cmiww

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang yang penting membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak. Jadi ada saling memahami satu sama lain. Pertanyaan2 seperti itu jadi tidak terasa seperti interogasi atau tidak dipercaya.

      Hapus
  43. Hadir kembali untuk menyapa.....!

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Pena Bunda © 2008. Design By: SkinCorner