Sabtu, 19 Oktober 2013

Pelukan Ibu

Bismillahirrahmannirrahiim



Sebuah pelukan yang diberikan dengan penuh kasih sayang akan membawa efek yang dahsyat. Aku ingin bercerita tentang efek dahsyat sebuah pelukan dari seorang ibu kepada anak laki-lakinya. Mengapa aku katakan dahsyat? Sebab efeknya tidak saja dirasakan oleh mereka berdua yang berpelukan, tapi juga oleh seorang anak gadis yang melihatnya. Seorang adik dari anak laki-laki itu. Dan gadis itu adalah... Aku.

Aku masih kuliah waktu itu, dan mas Yoyok sudah bekerja di Kalimantan, di sebuah perusahaan tambang batu bara. Aku lupa berapa bulan mas Yoyok tidak pulang, yang jelas aku sudah amat merindukannya, begitupun ibu dan bapak. Mas Yoyok memang tak perlu waktu lama mencari pekerjaan sejak lulus kuliah. Alloh memudahkan hanya dengan sekali melamar, bisa diterima bekerja di perusahaan batu bara yang cukup besar itu. Kami semua tentu dengan bahagia mendukungnya, walaupun itu berarti harus rela berbulan-bulan tak bertemu dengannya.

Hari itu... Mas Yoyok akan pulang untuk pertama kalinya. Aku dan ibu sibuk menyiapkan masakan kesukaannya. Ingin menyambutnya dengan hangat. Aku semangat sekali membayangkan idolaku itu akan pulang. Maka... Kalau ada yang amat berkesan dari kepulangannya itu, amatlah dalam maknanya.

Aku sudah sering melihat ibu memeluk masku. Adalah pemandangan biasa buatku melihat ibu mendekap masku. Tapi... hari itu beda. Ibu menyambut kedatangan masku dengan kedua tangan terbuka, begitu masku dekat dengan ibu, segera pelukan erat dari ibu rekat di tubuh mas. Yang aku tahu, itu pelukan rindu, pelukan bahagia, pelukan harapan, pelukan sayang. Ahh... Pelukan dengan segenap perasaan yang tak sanggup diungkapkan dengan kata-kata oleh ibu kepada mas. Semua rasa yang ada dihati ibu, tumpah ruah dalam ungkapan berwujud pelukan dan airmata yang tak sanggup dibendungnya. Tangan ibu melingkar pada leher mas, wajah ibu terbenam pada dada mas, tak ada kata-kata.... hanya airmata yang bicara. Bicara banyaaak sekali. Lama ibu tak melepas pelukan itu. Mungkin sebetulnya ibu ingin merangkaikan kata-kata indah buat mas. Mengemas isi hatinya dengan ungkapan-ungkapan yang menenangkan mas. Tapi ibu tak sanggup. Mas terdiam dalam haru. Menerima dan menikmati semua ungkapan rasa ibu dengan kedamaian.

Subhanallah... Ya Rabb! Dadaku bergetar menyaksikannya. Bukan karena aku iri atau tidak suka. Tapi aku seolah bisa merasakan kebahagiaan masku mendapat pelukan itu. Seakan aku merasakan langsung pelukan ibu itu. Sepertinya aku mengerti mengapa ibu sampai mencurahkan semua rasanya pada sebuah pelukan hangat dan dalam kepada anak sulungnya itu. Aku bersyukur dapat menyaksikan moment itu, memahami maknanya, merasakan kebahagiaannya, dan merekamnya dalam memori yang kuat. Menyimpannya dalam ingatan yang lekat. Hingga saat ini. Meskipun itu sudah berlalu hampir 20 tahun yang lalu. 

Ibuku memang terbiasa memeluk anak-anaknya. Tapi bahasa kasih ibu kepada kami anak-anaknya memang berbeda-beda. Sepertinya ibu begitu memahami bagaimana menyelami anak-anaknya. Kepadaku yang mempunyai sifat sama kerasnya dengan ibu, berbeda dengan kepada mas dan adik-adikku. 

Mengapa aku katakan efek sebuah pelukan bisa menjadi dahsyat? Karena semakin hari aku semakin mengerti apa arti sebuah pelukan, bagi ibu dan bagi anaknya. Setelah menjadi ibu dari 5 orang anak, aku kini bisa merasakan makna sebuah pelukan dari sisi seorang ibu. Kalau dulu aku seolah bisa membayangkan kebahagiaan mas ku (anak) menerima pelukan ibu. Kini aku mengerti kebahagiaan ibu waktu memeluk mas. Aku kini merasakan sendiri perasaan ibu memeluk anak sulungnya. Harapan dan doa pada seorang anak laki-laki paling besar selalu terselip dalam pelukanku. Maka wajar bukan kalau aku katakan efeknya dahsyat.

Maha Pengasih dan Penyayang Allah yang memberikan kebahagiaan dan kedamaian lewat sebuah sentuhan sederhana. Ternyata sebuah pelukan yang dilakukan dengan tulus dengan melafaskan Asma Allah mampu memberikan kekuatan seorang ibu menghadapi hari-harinya. Mudah sekali bagi Allah memberi kehangatan dan kedekatan hati ibu dan anaknya. 
Ternyata bukan hanya anak yang butuh pelukan dari ibunya, tapi sang ibu juga membutuhkan pelukan dengan anaknya. 
Jadi kalau kita berfikir, kita memeluk anak karena ingin sekedar membahagiakan dan menenangkan anak, rasanya tidak terlalu benar (meski juga tidak salah). Coba rasakan apa yang kita butuhkan pada saat kita lelah dengan segala persoalan hidup, pada saat harapan-harapan berguguran satu demi satu, pada saat keresahan bagai tak mampu kita teriakkan, saat galau datang, memeluk anak mampu memberikan energi tersendiri - tentu saja memohon petunjuk dan kekuatan tetaplah pada Allah semata . Jadi kalau kita butuh anak-anak untuk membantu kita menumbuhkan energi dan semangat, mengapa kita enggan memeluknya....? 


*Efek kangen bunda pada Luthfan. Tiga hari aja kok rasanya lama banget ya, Nak.







66 komentar:

  1. Anak dan orang tua memang harus dapat bisa saling mengisi Mba, Karena hal ini merupakan belahan jiwa dari diri kita. he,,, he,, he,,,,,

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belahan jiwa... saya juga suka menggunakan istilah itu buat anak-anak.

      Salam kembali mas Indra.

      Hapus
  2. aq tek ga tau berpelukan koyo' teletubis ngono yoo paling yen muleh cium tangan wis, bar kuwi paling ditakoni wis maen rung le..?

    *emak lebay kata om belalang cerewet* ckckck...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohh pantesan... Mangkane 68 ora mudun2.

      Biarin aja mak lebay. Mas Belalang belum merasakan siih.. huuk

      Hapus
    2. Memang Emak yang satu ini lebay banget kok Mas Taufiq. Tapi anehnya ke-lebay-annya bisa dimaklumi. Saya percaya isi postingan ini sudah teruji karena saya pribadi biasanya makin semangat dan kuat saat memeluk Rumi. Walaupun dia sering ogah karena ga bisa napas atau mungkin bau ketek ya xixixi...

      Hapus
    3. oh...
      kang topek suka berpelukan sama teletubies toh....
      *** salah fokus!

      Hapus
    4. Emang yang pada pelukan cuma teletubies....?

      Hapus
    5. ada yang mau ku peluk ga yaaaaa ^_^

      Hapus
  3. pelukan ibu, iya aku juga suka dipeluk ibu, memeluk anak2ku juga. dan kadang, itu karena aku butuh pelukan, bukan sekedar ingin meberi pelukan kepada yang dipeluk. :) *mbulek ini kata2ku. tapi aku sukkaa postingan ini :)

    BalasHapus
  4. sebuah studi baru menjelaskan, berpelukan sekali atau dua kali setiap hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung, melawan stres dan kelelahan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melawan infeksi, dan mengurangi depresi

    tapi tentunya pelukan yang halal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oohh... Sampai segitu ya manfaatnya.

      Hapus
    2. Aduh, segera dipraktekin nih...

      Hapus
    3. Kalau ahlinya kayak gitu kayaknya diragukan deh...

      Hapus
  5. kedekatan emosi lebih terjalin ya...mbak...., pelukan memberikan efek ketenangan... .

    jadi.... yuk... berpelukan... #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kedekatan emosi itu sudah pasti.

      Yuukk...

      Hapus
  6. Yang namanya anak, saya sih setengah hari aja udah kangen banget makk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setengah hari kalau ninggalnya ke sekolah sih biasa aja... Tapi kalau keluar kota, itu loh yang bikin dalam hati bilang... I miss U already... Qiqiqi...

      Hapus
  7. Balasan
    1. Saya ingin anak2 saya merasakan itu saat jauh.

      Hapus
  8. oh ini adalah... kasih yang lebih dari seorang kekasih, kasih bunda kepada putera tercinta. dan... itu pelukan rindu, pelukan bahagia, pelukan harapan, pelukan sayang. Ahh...
    Semoga 3 hari perpisahannya bunda dan dik luthfan dapat mempererat tali kasih anak dan ibundanya tercinta. dan menjadi tegar kala waktu meminta lebih dari itu. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya sudah sering Luthfan pergi beberapa hari, tapi yang sekarang ini rasanya kok lebih ngangeni aja gitu... Hehehe...

      Hapus
  9. Saya sendiri berpelukan biasanya cuma pas sungkem pada momen lebaran. Di luar itu tidak pernah. Mungkin karena sudah berkeluarga kali ya jadi agak gimanaa gitu. tapi ya manasuka sih, kalau pas lagi pengen kayak teletubies ya bisa peluk Ibu saya. Waktu kuliah juga kayaknya sering peluk karena takut kangen berjauhan di Semarang. Memang pelukan menjadi salah satu obat mujarab untuk membangkitkan semangat dan selera makan, terutama jengkie. Haha. Dan plusnya lagi, anak2 jadi makin dekat dengan orangtua. Emosi terbangun dan perasaan jadi tersambung. Good job, Mak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuuullll... Emosi terbangun dan perasaan jadi tersambung. Ngerasain banget itu. Bersyukur sekali punya sasaran peluk banyak. Hihihi...

      Hapus
    2. Wah, berarti saya harus nambah dong--xixixi....

      Hapus
  10. T___T) saya ga kuat bacanya sampai akhir
    jadi inget mamah di rumah

    BalasHapus
  11. duh bun, kok aku jadi terharu banget baca postingan ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau membahas tentang kasih ibu memang sering bisa membuat haru, ya mbak Rina.

      Hapus
  12. Tapi kalo anak laki-laki sudah mulai dewasa, kayaknya sudah mulai enggan memeluk ibunya ya bun, sudah malu-malu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya juga harus sudah dikurangi. Rasa malu itu justru harus ada.

      Hapus
  13. iya bun, saya juga suka kok peluk Ibu,, kalao lagi galau2 terus nangis cerita sambil di elus2 kepala ma Ibu rasanya plong banget :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aiiih.. jadi ingat kemaren anak-anak rebutan dipeluk bundanya sambil bercanda-canda. Percaya deh Lulu.. buat ibu mengelus2 kepala itu juga kebutuhannya.

      Hapus
  14. aku kok tiba2 kangen Ibu yaaa.........
    bund... dulu waktu di pondok, kalo aku pulang.. pasti dipeluk bpk dan ibuku... tp kalo skrg stlah punya keluarga sendiri, mrk dah jarang meluk aku.. tp aku yg meluk orangtuakuuuu............

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naaaahhh... soal peluk memeluk.. itu siapa yang maju aja deh. Nanti juga bakal bisa merasakan kedamaian semua.

      Hapus
  15. Ah untung aku ini ringan tangan Mbak Niken. Mudah banget memeluk anak-anak. Jadi kalau pengen dipeluk aku juga mudah mendapatkannya. Thanks atas insightnya, Mbak, membuat aku bahagia pagi ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... berbagi kebahagiaan alangkah senangnya ya mbak Evi.

      Hapus
  16. Dengan pelukan rasa letih hati dan raga terasa hilang. karena ada harapan untuk bersandar dan berbagi cerita. Aku lebih suka diusap-usap punggung oleh simbokku. Semangat untuk meraih mimpi terasa bangkit kembali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Usapan dan pelukan ibu memang seperti mengalirkan sebuah energi ya mas... Atas ijin Alloh.

      Hapus
  17. Seribu kata akan terwakilkan dengan sambutan hangat dari pelukan kasih sayang.

    BalasHapus
  18. bunda,
    mungkin bunda sudah tahu, kalau aku bukan pelukan ibu yang aku rindu, tapi makan disuapin sama ibu waktu makan. hari ini seharusny aku cuti, pulang kerumah, tapi gak bisa. gak jadi. malah baca tulisan ini jadi tambah galau....

    ***

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga segera bisa pulang dan merasakan nikmatnya masakan dan suapan ibu.

      Hapus
  19. Sosweet Banget Fotonya Bun ?

    http://www.tian.web.id/

    BalasHapus
  20. soal pelukan dengan orang tua, alhamdulillah kami udah jadi kebiasaan, cuman ngga nyadar kalau makna dari pelukan itu dalem banget, soalnya udah biasa dan ngga pernah ng'bahas maknanya.

    okehlah mari kita berpelukan....tapi soal berbulan-bulan ngga ketemu, tentu ada cerita yang super istimewa...namanya juga lama ngga ketemu sama idola...hehehe, ko' ngga disinggung seh?....cerita yang mana coba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelukan.. mau dibahas atau tidak, ya begitulah efeknya. Mencoba mencatatkan maknanya lewat tulisan ^_^

      Nanti deh diceritain, hehehe,,,

      Hapus
  21. Betul ya mbak. Pelukan tanpa kata2 bisa menenangkan. Terutama buat baby ku yang lagi manja banget. Jatuh sedikit, langsung menemuiku buat dipeluk :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelukan secara sederhana bagaikan sebuah kalimat, "Ada aku untukmu."

      Hapus
  22. Melihat ibu bersedih adalah hal yg sangat menyakitkan bagiku, apalagi alasannya itu karna aku.
    Keinginanku sederhana,
    Ingin slalu melihat ibu tersenyum. dan kbahagian akupun terasa sempurna bila alasan dibalik senyuman ibu adlh aku :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelihatannya sederhana... Ingin selalu membuat itu tersenyum. Tapi sebagai ibu... Saya bisa memahami, bahwa itu artinya ibu merasa bahagia dan bangga pada anaknya.

      Hapus
  23. tiga hari terasa lama...apalagi kalau sudah berathun-tahun ya...tapi sebuah pelukan ternyata dapat menghapus sebuah kerinduan yang tertahan dalam diri selama berapa lama....luarbiasa :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Membayangkan saat ditinggal anak bertahun2... Rasanya belum ingin melepas pelukan pada mrk sekarang ini.
      Tapi demi proses pendewasaan mereka... Harus dilakukan.

      Hapus
  24. Berpelukan bisa nurunin kadar hormon stress. Sementara kadar oksitosi yg nyehatin buat jantung ngalamin peningkatan. So, bener bgt kalo Bunda bilang efek pelukan tuh dahsyat bgt! Buat fisik dan psikis. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran bunda gak paham kalau soal itu. Just do it.. gitu ajaah...

      Hapus
  25. pelukan mbak niken untuk anak-anak pasti hangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelukan anak-anak juga menghangatkan bunda ^_^

      Hapus
  26. Jadi kangen meluk ibuku yang jauh di pulau lain he he... Peluk anakku sajalah.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Pena Bunda © 2008. Design By: SkinCorner