Bismillahirrahmannirrahiim...
Pak Mars mengadakan Give Away Manis-manis, yaitu menceritakan pengalaman manis yang pernah kita alami. Ikutan aah... Karena aku punya banyak kenangan manis. Lha gimana tidak... aku kan manis.. Jadi kenangannya ketularan manis... #jiaaahh...ngumpet dibalik monitor.
Bagaimana aku tidak mengatakan camping di Pulau Kayangan Kepulauan Seribu tanggal 6 Januari 2012 lalu, sebagai kenangan manis, lha wong itu pengalaman pertama keluargaku camping di pulau. Biasanya kami camping di pegunungan. Pulau Kayangan adalah salah satu pulau diantara Kepulauan Seribu yang tidak berpenghuni. Kami nekat memutuskan untuk camping ke pulau tanpa penghuni itu karena kami pergi bersama guru ngaji anak-anak (Pak Alan) dan 3 orang temannya yang sudah bolak balik ke sana untuk memancing. Jadi mereka sudah mengenal medan di sana. Jadi kami camping 3 keluarga ditambah 2 orang lagi teman pak Alan. Rame-rame.
Dengan menggunakan kapal nelayan kami menyebrang laut menuju pulau Kayangan. Dermaga kumuh dan amis melewati TPI (Tempat Pelelangan Ikan) di daerah Dadap tempat tinggal nelayan. Benar-benar pengalaman yang tidak bisa kami bayangkan apa yang akan terjadi pada tiap detik kedepan.
sebelum naik kapal nelayan.
yang begini bukan dermaga kali ya
dibelakang itu adalah rumah nelayan pemilik kapal
Anak-anak begitu semangat dan mengikuti saja perjalanan yang asing bagi mereka. Mata dan pikiran mereka mengamati sekitar, seolah merekam apa-apa yang mereka lihat dan alami. Sebelum kapal berada ditengah laut, tampak bambu-bambu dipancangkan pada dasar laut untuk mengembang biakkan kerang hijau. Baru tahu kami ternyata begitulah cara mengembak biakkan kerang hijau. Kerang-kerang itu menempel pada bambu-bambu tang dipancangkan itu. Anak-anak begitu antusias bertanya ini itu kepada pak Adang nelayan pemilik kapal.
bambu untuk mengembangbiakkan kerang hijau
diatas kapal nelayan, biar berdesakan tapi seru aja rasanya
Sesampainya di pulau Kayangan, bapak-bapak segera mencari lokasi yang nyaman untuk mendirikan tenda. Sedangkan anak-anak langsung bermain pasir di pantai. Mencari kerang di sekitar batu-batu yang ada di tepi pantai. Dikumpulkan dan rencananya akan direbus pada malam hari. Pak Alan yang mengajarkan hal ini. Banyak pengalaman baru yang anak-anak dapat dari pak Alan dan teman-temannya.
mencari kerang, banyak lho dapatnya
mainan khas kalau di pasir pantai
Fanni ngga ikut, sedang di Yogya
Masing-masing kami menikmati suasana pulau dengan sesuka kami. Anak-anakku cepat akrab dengan anak-anak pak Alan dan pak Indra. Mereka berbaur berlarian bebas di pantai, bermain air, dan lain-lain. Pokoknya mereka menikmati pantai yang hanya ada rombongan kami di sana. Serasa pulau milik kami saja.
pemandangan dari Kayangan
Tugas ibu-ibu ya utamanya di dapur dulu. Setelah selesai menyiapkan hidangan sederhana, barulah kami bergabung dengan anak-anak menikmati suasana pantai di sore hari. Sayangnya tak sempat mengabadikan suasana sunset. Lupa saking takjubnya melihat panorama yang indah. Allahu Akbar... Betapa Agungnya ciptaan Allah.
mie instan menu andalan saat camping
Dan aku pribadi begitu menikmati moment demi moment yang terjadi. Bersyukur rasanya berada di tempat itu bersama keluarga dan teman-teman. Sholat Ashar waktu itu menjadi sholat pertamaku yang aku lakukan persis di tepi pantai. Pertama kali berwudhu dengan air laut. Ujung-ujung sajadah harus aku bebani dengan batu agar tidak tertiup oleh kencangnya angin pantai. Sungguh terasa Kebesaran Allah di dalam hatiku.
bintang utama kenangan manis
Astri dan ayah bercanda sambil istirahat
Kenangan bertambah terasa manis manakala hari beranjak malam. Aku sudah sering ke pantai, tapi malam itu betul-betul berbeda. Suasana pantai yang menyenandungkan irama debur ombak, bulan purnama yang bulat bersinar dikelilingi bintang berkejap-kejap. Sungguh membuat romantisme sendiri buatku dan suami.
Kami duduk pada batang pohon yang teronggok pada bibir pantai. Entah ada yang meletakkannya di sana ataukah terbawa oleh gulungan ombak. Kami berterima kasih bisa memanfaatkannya untuk menikmati nuansa malam di pantai itu.
Dalam sekejapan kami berbagi semangkuk mie itu. Cukuplah untuk menambah keindahan suasana hati. Aku merapat pada tubuhnya. Dan dia menyambutku dengan dekapan hangatnya. Kedamaian menjalar pada hatiku, mungkin juga hatinya. Sedetik kemudian aku menyadari banyak hal. Amat banyak. Seolah tertangkap oleh senyuman bulan, seakan tertuang pada luasnya lautan. Tidak... ini lebih dari itu. Tak ada yang bisa menggambarkannya. Tak ada yang bisa dijadikan perumpamaan. Perasaan yang membuncah didadaku hanya bisa aku rasakan. Mengaliri darahku dengan aliran yang sempurna. Membawa ketenangan yang tak terkira. Berada di bibir pantai pada malam hari dengan sang bulan bersinar bulat purnama, adalah pengalaman pertama kami. Maka saat itu memang tak ada kata yang mampu melukiskan
Tak ada fasilitas apa-apa disini. Lebih ekstrim lagi, tak ada penghuni tetap di pulau ini. Yang ada hanya sebuah keluarga yang menunggu pulau, dan para pemancing yang sudah langganan datang ke sini. Berada di pulau ini memang harus siap bekal dan mental. Mental anak-anak memang diuji disini. Dan menurutku mereka lulus ujian itu. Mereka mempelajari sekitarnya dengan sapuan pandangannya. Beradaptasi dengan segala situasi. Mengatasi persoalan dan menenangkan hati dalam keadaan tidak nyaman. Dan semua itu mereka lakukan tanpa keluhan. So sweet khan...?
“Kenangan Manis untuk Giveaway Manis-Manis”
Sebagai tambahan mengenai Pulau Kayangan, dulunya di pulau ini pada masa penajajahan Belanda dibangun Rumah Sakit Karantina Haji. Sisa-sisa bangunannya masih ada.
sisa bangunan rumah sakit karantina haji
perjalanan yang benar-benar terencana dengan baik. Melibatkan keluarga, menikmati kebersamaan dengan segala fasilitas yang terbatas pada kondisi pulau sepi, akan memberikan banyak torehan kenangan, apalagi untuk anak-anak yang dengan itu bisa belajar banyak hal.
BalasHapusManteb, semoga menang
Aamiin... semoga menang... hehehe...
HapusOrang tua dan anak2 sama2 belajar banyak hal di sana mas Djangkies....
piro-piro wani wiis...!
HapusIhiiiiiiiiir. . .
BalasHapusSay, bagi mienya dong. hihihihi
Emang sweet sekali ya, Bund. Maniiis bangeeeeeed. . . :D
Berasa dunia milik berdua, kan? :P
hahahaha... itu indomie paling nikmat yang pernah bunda rasakan seumur hidup....
Hapusindah bngeet suasananya mas,.. jadi pngeeen,..........
BalasHapussalam kenal mas, ditunggu folback nya,..
Kok bisa menyimpulkan kalau saya mas mas siih....? qiqiqi...
Hapusngakak dulu mas....
Hapuswakakakakakaka...
aneh ya mas...? Pena Bunda kok mas...
Hapusya iya ini...
Hapuskira-kira sebabnya apa tuh mas Djangkies...? hehehe...
Pemandangan yang indah dan eksotis, sepertinya objek ini bila dikembangkan akan menjadi objek wisata yang akan mengangkat itra dan perekonomian masyarakat setempat.
BalasHapusDilihat dari sisi-sisi keunikan tempat bangunannya yang sangat tidak terawat. Namun, objek ini biasanya sangat digemari para penggemar photo untuk berburu gambar yang unik dan klasik.
Semoga kontesnya menang ya Mba.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
Wah kalau pengamat wisata komennya beda yaa...
HapusMas Indra jeli melihat pemandangannya.
Makasih mas Indra.
Salam kembali.
Waduh, saya datang terlambat...
BalasHapusKenangan bersama keluarga besar pasti melekat di hati, terpatri dan tak bisa dilupakan. Itulah kenangan manis namanya.
Dengan mengenangnya, maka kita bisa menghadirkan kembali masa2 indah itu.
Terima kasih sudah ikut GA Manis-Manis
Salam Manis... :D
Tuh pak Mars tau ajaaa... emang iya gitu pak... saking manisnya kenangan ini makanya diikutkan GA pak Mars deh...
Hapusnggak mau deket2 sama bunda Lahfy ah...takut diabetes, kan manis hehe :)
BalasHapushahaha... waduuh... bakalan ngga punya teman nih saya nanti... Saya bagi manisnya ke mbak Sri deh... mau yaa...
HapusCamping keluarga yang indah dan seru ya mbak...
BalasHapustapi bagitu kurang cetar membahana badai.., karena Fanni cantik gak ikutan...
gak Assyiiikkk, tapi ini waktu Fanni msh dijogja ya mbak?
Iya.. Fanni masih di Yogya.
HapusIni ayah bundanya udah gatel pengen camping lagi... Tapi keadaan belum memungkinkan...
Kalo liburan ke pulau kayak gitu, saya jadi ingat film Jurasic Park. Serem deh keknya... :D
BalasHapusKenangannya so sweet banget nih, Mbak.
Gudlak ngontesnya ya :)
Ngga serem kok di sana... cuma memang gelap siih.... penerangan otomatis hanya yang kami bawa saja. Tapi ngga serem koookk... beneran deh...
HapusNice post sob..:)
BalasHapusjangan lupa kunjungi juga sahabat mu ini bro..:)
bro...?
HapusOke deh bro sob...
selalu punya kenangan dan perjalanan manis ini si bunda. buat aku selalu pengen ke sana ke sini. haih.... :D
BalasHapuskapan kapan aku mau ke sana bunda, mau gak jadi petanya... gigigigiigigigiggi.....
udah bawaan orang manis tuh begitu mas Ridwan... dimana2 ada kenangan manis.... #Lempar mouse...Eiiit... ngga kena...!
HapusAsyiknya ya keluarga mbak
BalasHapusTampak nyaman, damai, akur, akrab, dan banyak bersama dalam liburan :)
Alhamdulillah... semoga Allah melindungi kita semua.
HapusAyah bundanya sama2 sula liburan yg beginian Kang Haris... Jadi anak2 ikut suka.
asik ya bisa jalan-jalan ma keluarga,
BalasHapusIya dong... asyik banget mbak...
HapusMbakkk.., akhirnya aku kesampaian mampir ke rumah maya mbak Niken setelah sebelumnya say hello lewat BB Group hehehe.
BalasHapusMbak kali ke Pulau Kayangan lagi, jangan lupa ajak2 aku ya? kayaknya asyik tuh tempatnya.
Goodluck utk GAnya.
Halo mbak Reni... senangnya bisa ketemu disini...
HapusAku sedang ga bisa ikutan rame di grup nih...
Ntar ya kalo kesana lagi... hehehe..
Trims sdh berbagi kenangan manis juga foto2 pulau kayangan ini, mbak... oya, semoga sukses di GAnya pak Mars ya..
BalasHapusterima kasih kembali mbak Mechta buat supportnya.
Hapuspasti seru nih camping bareng kluarga di pantai.
BalasHapussemoga menang GAnya mbak.
Aamiin...
Hapusmau dong menang... hehehe...
ngenes banget ya mbak melihat bangunan bekas rumah sakit
BalasHapusiya mbak Lidya.. sayang juga dibiarkan begitu.
Hapusaiih... seruuuu...
BalasHapus:'( jadi kangen kumpul bareng keluarga besar..
bunda, makasih udah membagi gula-gula kenangannya ^^
Aiiih... memang seru banget Liyan...
HapusTrimakasih kembali mau nerima gula-gulanya...
asyik banget yah bunda. jadi kepengen camping juga..hehe :)
BalasHapussemoga menang buat GA nya ^^b
Camping itu bikin ketagihan. Sengsara2 dikit waktu camping itulah yg bikin asyik...
HapusMakasih supportnya mbak...
so sweet yaa bund,....aiyayaya....hihihi :D
BalasHapusya ya ya ya....sweet banget...
HapusPerjalanan yang menyenangkan dengan panorama yang indah. Asyik banget dah dengan panorama laut seperti itu.
BalasHapusSukses selalu...
Pulau itu jadi berasa punya sendiri... main2 sepuasnya ga ada orang lain selain rombongan kami saja.
Hapusmembaca uraianmu seakan ikutan berada disana lho mba... bener2 suasana yang indah penuh kesan ya mba, romantis banget!
BalasHapussukses ya untuk kontesnya.... :)
Halo mbak Alaika... senangnya bisa melihatmu lagi di kolom komen... hehehe...
HapusMakasih supportnya mbak... Pengalaman yg 1 itu memang nancep di hati
Bu Niken terpilih menjadi salah satu pemenang GA ini.
BalasHapusMohon cek di pengumumannya
Trims
Alhamdulillah...
HapusTerima kasih sudah memilih tulisan saya sebagai salah satu pemenangnya... :)