Rabu, 31 Oktober 2012

Tak Bisa Dinilai Dengan Materi


Bismillahirrahmannirrahiim...

Ini adalah kisahku beberapa tahun yang lalu. Aku ingin membaginya disini sebagai partisipasiku untuk Give Awaynya Kang Achoey yang bertema Cinta Untuk Anak Yatim. Meskipun ini kisah lama, tapi buatku pengalamanku kala itu amat berkesan.

Rapat orang tua murid TPA AT TAKWA siang itu memutuskan kalau aku terpilih menjadi ketua dalam kegiatan santunan anak yatim. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dari TPA At Takwa sebagai upaya menumbuhkan rasa cinta dari (terutama) dalam diri anak-anak TPA kepada anak yatim. Menanamkan rasa berbagi kepada sesama terutama anak yatim.

Minimnya pengalaman berorganisasi membuatku harus belajar bagaimana bekerja sama dengan teman-teman. Mulai dari membuat proposal kegiatan, mencari donatur atau sponsor, mengkoordinasikan dengan pihak TPA dan lain-lain. Pengalaman baru yang menantang buatku dan ternyata mengasyikkan.

Setelah panitia berkordinasi dengan pihak TPA, ditetapkan bahwa anak yatim yang ingin disantuni adalah sebanyak 35 orang. Mengundang anak-anak yatim itu ke TPA kami. Dan anak yatim yang kami undang bukanlah dari yayasan tertentu, tapi anak-anak yatim yang ada di sekitar lingkungan TPA atau yang dikenal oleh orang tua murid TPA.

Nah...sekarang tinggal kerjanya. Proposal dibawa oleh teman-teman untuk minta partisipasi dari teman dan kerabat untuk berinfak. Selain itu kami juga mengajukan proposal tersebut ke sebuah televisi swasta. Dan Alhamdulillah dari sana kami mendapat sumbangan sepatu sekolah sebanyak 35 pasang, dan beras sekarung dengan berat 50 kg. Ada juga kerabat yang menyumbang nasi dus sejumlah anak yatim yang akan kami santuni. Sumbangan lain berupa mie instan beberapa kardus, makanan ringan. Belum lagi uang yang terkumpul sungguh diluar dugaan. Tak henti puji syukur kami panjatkan kepada-Nya.

Alhamdulillah... Allah Subahanahu Wata'ala memberi kemudahan demi kelancaran acara ini. Mungkin karena ini adalah acara untuk menyantuni anak yatim, maka banyak yang ingin ikut berinfak. Kerja panitia yang amat kompak membuatku merasa terharu. Dukungan teman-teman begitu cekatan dan tanpa pamrih. Begitu ringan dengan semangat kecintaan terhadap anak yatim. Kami berharap semangat cinta terhadap anak yatim ini menular kepada anak-anak.

Kerjaku dan teman-teman juga guru-guru TPA benar-benar ikhlas karena ingin mendapat ridha Allah Subahanahu Wata'ala semata. Selain itu kami  ingin memberi contoh kepada anak-anak bahwa aak-anak yatim itu harus dicintai, disantuni, dinafkahi, dan diperhatikan. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wata'ala dalam Surat Albaqarah ayat 215:

Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkah-kan. Jawablah, ‘Apa saja harta yang kamu nafkahkan, hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.’ Dan kebaikan apa saja yang kamu buat, maka sesungguh-nya Allah Maha Mengetahuinya.”.

Aku hati-hati sekali dalam memutuskan dana keluar. Aku pisahkan infak yang memang ditujukan untuk anak yatim dengan sumbangan dari murid-murid TPA dan orang tua murid untuk terselenggaranya acara tersebut. Amanah dari yang memberi infak setelah membaca proposal kan karena ingin menyantuni anak yatim. Jadi aku tidak mau memakai uang tersebut untuk keperluan konsumsi atau lainnya. Benar-benar semua harus diberikan kepada anak-anak yatim.

Hari H pun tiba. Sebagai ketua panitia aku harus sedikit memberikan sambutan sebagai pembuka acara. Waahh... gemeteran juga rasanya. Aku tidak pernah bicara di depan umum seperti itu. Tapi karena harus maju, ya aku hadapi saja dengan nekad (kolerisku muncul). Alhamdulillah..sekalipun harus membaca teks, tapi lancar. Gemetar hanya di awal saja. Ternyata bisa juga... Not bad lah....

Seksi acara menyiapkan acara dengan baik. Murid-murid TPA mengisi acara dengan berpuisi, menyanyi, membaca doa, membaca ayat suci Alqur'an dan lain-lain. Ternyata dari pihak anak yatim juga ada yang menyumbang acara spontanitas, ada yang menyanyi dan berpuisi juga. Acara cukup meriah.

Dari semua infak dan sumbangan yang kami terima, kami bisa memberikan kepada masing-masing anak yatim itu tas sekolah berikut alat tulisnya, sepatu sekolah, handuk, sembako, dan sejumlah uang. Semoga semua itu diterima baik dan mendapat limpahan pahala dari Allah Subhanahu Wata'ala.

Tapi dari semua yang ada dan terlihat pada hari itu, yang membuatku bahagia adalah melihat keceriaan wajah dari anak-anak yatim dan bisa berbaurnya anak-anak kami dengan mereka. Itu tak bisa dinilai dengan materi berapapun. Tak ada maksud riya dari tulisan ini. Semata-mata ingin mengajak untuk lebih mencintai anak yatim.

Sayangnya aku tidak punya dokumentasi untuk acara itu. Yang ada hanya sebuah foto dibawah ini. Terpaksa difoto ulang karena tidak punya alat scan. Tak apalah. Daripada tidak ada sama sekali.







36 komentar:

  1. semoga sukses bunda di GA nya mas Achoey

    ternyata bunda lahfy punya blog yang masih kinyis kinyis ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas Imam.
      Iya nih masih baru. Makanya dikenalin.

      Hapus
    2. Wah jadi penasaran nih mau ikutan juga ikutan Kontes ini. Hmmmm secepatnya saya ke TKP. Terima Kasih infonya ya Bunda. Salam

      Hapus
  2. Mbak NIken aktivis juga ya...semoga peran aktifnya di kegiatan penggalana dana TPA kala itu mendaptkan barkah ya MBak.. dan sukses utk kontesnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu itu mbak Rie...sekarang udah ngga sempat. hehheh...

      Aamiin Ya Rabbal Alamiin. Tak ada maksud riya dari cerita ini. Semata hanya ingin menyemangati rasa cinta kepada anak yatim.

      Hapus
  3. Sukses until GA nya ya mba..... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho, mau nulis untuk kok jd until ya? :D. Bahaya banget ini auto dictionary... maaf mba, kecanggihan nih gadget nya, perlu didowngrade dl...

      Hapus
    2. hahaha... sama mbak Alaika... aku juga kalau komen pakai bb suka berubah jadi auto text...

      makasih yaaa..

      Hapus
  4. bunda bener2 aktif yaa :D

    Itu di foto yang mana yaa bund :D

    Sukses buat kontesnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa lalu itu Niar... wkwkwkwk...

      Yang itu lhooo... :D

      Hapus
  5. mbak, mulia apa yg kau lakukan
    semoga Allah membalas dengan pahala yg indah.

    Terima kasih, tulisannya tercatat sebagai peserta di GA Cinta untuk Anak Yatim di www.romantisan.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Insya Allah ya Kang Haris....

      Trimakasih.

      Hapus
  6. semoga sukses ya mbak dengan kontesnya, juga mendapatkan berkah dari berbagi ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...
      makasih mbak Lidya... mana tulisanmu...? Katanya sdh siap...?

      Hapus
  7. semoga kita dimudahkan untuk saling berbagi ya bun, terutama dengan mereka...

    BalasHapus
  8. Membahagiakan anak-anak yatim adalah deposito akhirat yang siap diambil pada saatnya. Rasanya ruarrr biasa...nanti mau cerita serupa ah, ada cerita juga tentang anak yatim.

    (btw, tumben si cabes can komentar, haha...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyiik punya deposito....

      (Tau' tuh... Radarnya lagi ga main kali)

      Hapus
  9. betul kata akhi belalang diatas anak yatim merupakan salah satu cara agar kita dapat mencium baunya surga semoga kita menjadi salah satunya yang dapat membahagiakan anak yatim
    salam kenal dari blogger jogja berhati nyaman dari pojokkan kalibayem kota yogyakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... انشـــــاء الله
      Salam kenal di blog ini ya mas Opick. Kalau di blog satunya lagi udah kenal khaan...

      Hapus
  10. hati saya selalu terketuk untuk hal semacam ini bunda, ingin sekali rasanya ikut dalam acara semacam ini. semoga ALLAH akan mengabulkan keinginan saya ini suatu saat nanti. makasih untuk inspirasinya bund ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Niat baik pasti menemukan jalannya.
      Kegiatan seperti ini mmg menentramkan hati. Banyak hal yang tak bisa kita nilai harganya. Termasuk hal seperti ini.
      Makasih ya mas...

      Hapus
  11. Kegiatan yang mulia dan bernilai ibadah
    Semoga berjaya dalam GA
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  12. sipp....
    sukses GA nya bunda

    BalasHapus
  13. Assalamu'alaikum.. blog baru ya Bun?,
    makin kreatif aja bunda yg satu ini :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam warrahmatullah...
      biar tetep semangat belajar Yudhi...
      Makasih ya...

      Hapus
  14. Alhamdulilah... Rizki minallah, saat niat berbagi dengan ikhlas, Insya Allah ianya diberi kemudahan...

    Salam kenal, Mbak Niken :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabbal Alamiin...
      Trimakasih ya mbak Anazkia.
      Salam kenal kembali.

      Hapus
  15. dalam tiap harta kita, tersisip sedikit bagian mereka..
    kisah ini sebagai pengingat kita semua.. terimakasih

    BalasHapus
  16. Senangnya ya mbak bisa berbuat sesuatu pada orang lain..
    tepat sekali judulnya, bisa melakukan sesuatu kebaikan, apalagi bisa membuat mereka senang, tentu tidak bisa dinilai dengan materi...

    sukses mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hidup itu harus seimbang mas... memberi dan menerima.
      Menyenangkan dan disenangkan.
      Makasih ya mas...
      Sekali lagi... kalimat sederhana ini tak terganti walau oleh candaan apapun atau deretan pujian.

      Hapus
    2. gubrax....
      kejedot terus2an nih...

      Hapus
    3. padahal yang matanya rabun khan aku thooo...

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Pena Bunda © 2008. Design By: SkinCorner