Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Oktober 2013

Menjadi Teman Anakku

Bismillahirrahmannirrahiim,

Sebagai seorang ibu, sudah barang tentu aku ingin bisa menjadi teman buat anak-anak, bahkan menjadi teman dari teman anak-anakku. Setiap ada teman anak-anak yang main ke rumah, aku selalu mencoba menyapa dan sedikit berbincang dengan mereka. Awalnya aku kuatir akan dianggap emak-emak usil oleh para remaja itu. Tapi rupanya tidak. Dengan berusaha membaur dengan mereka, aku jadi bisa ikut bersenda gurau dengan mereka. Tak usah berlama-lama, sebab nanti bisa-bisa mengganggu keperluan mereka datang ke rumah. Bagaimanapun, mereka tetap membutuhkan privacy dalam bercanda dan berbincang. Tanpa ada seorang emak kepo di antara mereka. Hihihi...

Yang seru adalah pertemananku dengan teman-teman Astri. Ada untungnya rumah kami dekat dengan sekolah Astri sejak SMP sampai SMA ini. Teman-teman Astri jadi sering kumpul di rumah baik untuk belajar bersama atau sekedar main saja. Astri kalau punya teman, biasanya cukup solid. Bahkan teman SDnya saja masih banyak yang suka datang ke rumah. Karena Astri sering bercerita tentang teman-temannya, akupun jadi hapal dengan nama mereka.


Lucunya, ada diantara mereka yang suka sekali baca tulisanku di Lovely Little Garden. Sampai-sampai Astri berpesan, "Bunda kalau mau nulis tentang aku di blog lain aja, jangan di Lovely Little Garden. Teman-temanku banyak yang baca. Ntar aku diledekin."

Astri punya grup WA dengan teman-temannya. Seringkali Astri bercerita topik apa yang sedang ramai mereka perbincangkan atau candakan. Aku sering ikut tertawa dan minta Astri menuliskan "celetukanku" di WA mereka. Bahkan nasehat kadang aku titipkan, dan bener-bener disampaikan sama Astri di grup. Aku jadi serasa jadi anggota grup itu.

"Bunda pesan, di SMA manapun kalian nanti diterima, itu adalah yang terbaik buat kalian. Alloh Maha Tahu apa yang terbaik untuk hambaNya." Astri menulis persis apa yang aku katakan. Dan teman-teman Astri satu persatu menjawab,

"Iya, bunda. Terima kasih." Atau... "Doakan kami dapat yang terbaik." Atau..."Siap, Bunda."

Tapi kadang Astri bikin iseng,"Bunda gua pesen nih... Jangan nakal sama Astri, yang suka jajanin Astri."

Weeewww... Modusnya Astri memanfaatkan nama bunda. Kalau aku tertawa dibacakan isi WA teman-temannya, Astri akan menyampaikan," Wooi.... diketawain bunda nih...!"

Pernah aku bilang,"Kalau Astri kesulitan pelajaran, tolong dibantu ya."

Eeeh... besoknya mereka datang ke rumah untuk belajar bersama. Ahaaaiii... pada nurut bener ya. Mereka mengerjakan soal-soal, diselingi senda gurau khas remaja tentunya. Rumah jadi ramai.

Berikut ini ada beberapa foto yang menggambarkan pertemanan Astri. Hanya sedikit yang ada di fileku. Tapi tak apalah, hanya sekedar menggambarkan keceriaan remaja-remajaku.

awalnya Astri hanya bertanya soal yang tak bisa dikerjakan pada satu temannya
tiba-tiba yang lain nimbrung

 tugas kelompok plus main kartu UNO

Buka Puasa bersama Ramadhan lalu

Serba-serbi 

Lagi pada liat apa sih? 

bersahabatlah selamanya

Senang sekali rasanya bisa membaur dengan teman-teman Astri. Jadi berapa muda. #jauhin cermin ^_^ Tiap datang dan mau pulang, mereka selalu mencium tanganku sebagai tanda hormat. Ada yang belum kesampaian nih... Pengen main kartu UNO sama mereka, tapi takut kalah dan dicoret-coret bedak. Maluuuuu.... hihihi....

Ada tulisan lucu disimpan di hape Astri. Ternyata sampai seperti itu ya seorang ibu diibaratkan dalam perhatian anaknya. Waktu aku membaca tulisan ini, aku ketawa geli. Jadi aku minta Astri mengirim ka hapeku.

H





Read more

Jumat, 30 Agustus 2013

Oleh-Oleh Yang Berkesan

Bismillahirrahmannirrahiim,

Beberapa bulan yang lalu, waktu mas Muhamad Furqon Abdullah pemilik Capek Ma berkunjung ke rumahku, membawa oleh-oleh seekor kura-kura kecil berwarna hijau, yang sebenarnya ditujukan untuk Fanni. Mas Furqon membawa kura-kura itu dengan kandang kecil, dari Yogyakarta naik travel langsung menuju ke rumahku. Waktu itu mas Furqon hendak pulang ke Pontianak, naik pesawat dari bandara Soekarno Hatta. Jadi sambil menunggu jadwal keberangkatan pesawatnya, mas Furqon main ke rumah. Kopdar kedua dengannya setelah kopdar pertama di Yogya waktu itu.


Ternyata yang lebih antusias dengan kura-kura itu adalah Hilman, kakak Fanni. Pulang sekolah begitu melihat ada tamu membawa oleh-oleh yang tak lazim buatnya, langsung tertarik dan bermain-main dengan si kura-kura, yang kemudian diberi nama KUJO alias kura-kura ijo. Hihihihi...

Sejak itu, Hilman begitu perhatian kepada si Kujo ini. Semula hanya diletakkan dikandang kecil pemberian mas Furqon, tapi kemudian dipindah ke akuarium. Tapi sayang, akuarium yang sudah tidak baru lagi itu kemudian bocor. Jadilah sekarang Kujo menghuni ember besar yang diberi bebatuan oleh Hilman.


Rajin sekali Hilman menyikat cangkang Kujo, bahkan pernah dicuci pakai sampho segala. Hahaha... untungnya si Kujo nggak mabok tuh sama samponya. Ayah sampai tertawa geli waktu Hilman sampai membawa si Kujo ke atas tempat tidur. Ya memang kemudian dilaranglah. Masak iya sampai dibawa ke tempat tidur. Kalau pas buang kotoran kan lumayan walau masih kecil.

 sudah lebih besar dari pada ketika baru datang



Terima kasih sekali lagi mas Furqon buat oleh-oleh yang amat berkesan buat anak-anak, terutama Hilman. Semoga bisa terus dirawat sampai si Kujo besar. Sepertinya Hilman berkhayal bahwa si Kujo bisa menjadi sebesar penyu kering yang ada di rumah eyangnya di Yogya.

Penyu dan kura-kura itu beda, nak. Tapi rawatlah Kujo dengan baik.
Dia akan tumbuh bersama denganmu.







Read more
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Pena Bunda © 2008. Design By: SkinCorner