Kamis, 15 November 2012

Kelembutan dan Kasih Sayang


gambar dari sini 


Bismillahirahmanirahiim


Menjadi orang tua memang tidak ada sekolahnya. Mendidik anak seringkali membuat orang tua pusing tujuh keliling. Sebab sekarang ini begitu kencang serangan dari luar yang bisa membawa pengaruh negatif bagi anak-anak kita. Bahkan tak jarang kita tak mampu mengendalikan emosi kita sampai-sampai kita lepas kendali. Dan hal itu hanya akan menambah jauhnya hubungan kita dengan anak-anak.

Kita semua tentunya ingin menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kita. Islam mengajarkan bagaimana mendidik dan memperlakukan anak dengan baik dan lembut. Menanamkan keimanan pada anak, adalah tameng buat mereka dalam menghadapi hal-hal yang membawa pengaruh negatif dan buruk. Dengan memahami ajaran Islam, orang tua akan berusaha mengetahui perkembangan jiwa anak-anaknya, sehingga akan mendidik dan membimbingnya dengan menggunakan cara yang terbaik sebagaimana Islam mengajarkan.

Mereka mencurahkan cinta kepada anak-anaknya dengan berbagai macam cara. Mendekati dengan cara memperhatikan tingkat kemampuan intelektualitas dan memberikan waktu untuk perkembangan anak-anaknya. Juga memberi waktu untuk bermain, bercanda dan berkomunikasi dengan mereka. Dan tentunya juga memperdengarkan kata-kata yang menyenangkan dan menenagkan kepada anak. Semua itu akan menambah cinta dan sayang anak kepada orang tuanya.

Anak-anak akan mendengarkan bimbingan dan arahan dengan penuh semangat dan keseriusan. Sehingga ketaatan yang mereka tunjukkan kepada orang tua benar-benar bermuara dari hati dan berdasarkan cinta kasih, rasa hormat, penghargaan dan kepercayaan. Bukan ketaatan palsu akibat adanya tekanan dan paksaan. Karena ketaatan pertama adalah ketaatan abadi, kuat dan membuahkan hasil, sedangkan ketaatan kedua adalah ketaatan temporer yang cepat sirna apabila hilangnya tekanan dan paksaan.

Banyak orang mengatakan bahwa dengan keterbukaan dan kedekatan pergaulan orang tua dengan anak-anak, akan menghilangkan wibawa orang tua di hadapan sang anak. Jelas pendapat itu salah dan ketinggalan jaman. Karena dengan pendekatan persuasif adalah pola pendidikan modern yang terbukti sukses menghantarkan anak-anak menuju ke jenjang lebih baik. Bahkan cara mendidik anak melalui pendekatan tersebut telah diajarkan Rasulullah sejak lima belas abad yang lalu melalui ucapan dan perbuatannya.

Rasulullah pernah memerintahkan Abdullah, Ubaidillah dan Kutsasysyir bin Abas untuk berbaris, kemudian mengatakkan pada mereka "Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku, maka akan mendapatkan ini dan itu." Maka merekapun berlomba menuju Rasulullah sehingga sampai memegang punggung dan dada beliau, lalu beliau mencium mereka. (diriwayatkan Imam Ahmad)

Ruh sebagai seorang pendidik semakin tampak pada Rasulullah ketika beliau memperlakukan Hasan dan Husain dengan lembut dan sabar, hal itu sebagai tauladan kepada para orang tua kapan saja dan dimana saja supaya para orang tua mengikuti jejak beliau yang selalu menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, meskipun sang orang tua mempunyai kedudukan tinggi ataupun jabatan yang tinggi.

Seperti Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Nasya'i dari Syidad dia menceritakan:

Nabi pernah pergi ke masjid mengajak Hasan dan Husain, kemudian beliau maju menjadi Imam dan menempatkan Hasan dan Husain di suatu tempat, kemudian beliau bertakbir untuk shalat, lalu bersujud dengan sujud yang dilamakan. Kemudian aku mengangkat kepala dan aku melihat seorang anak sedang dipunggungnya, lalu aku kembali bersujud. Seusai mengerjakan shalatnya para jama'ah bertanya "Ya Rasululllah, engkau telah memanjangkan sujud." maka Beliau menjawab "Sesungguhnya anakku telah menaiki diriku dan aku tidak ingin menyegerakan sehingga dia selesai memenuhi kebutuhannya."

Demikian itulah seharusnya seorang muslim dalam memperlakukan dan bergaul dengan anak-anaknya, selalu lemah lembut, sabar dan penuh kasih sayang dalam bercanda degan mereka, serta memberikan kesenangan dan kebahagiaan kepada mereka sesuai dengan porsi dan kemampuannya.

Anak-anak yang dibesarkan dengan kelembutan dan kasih sayang, akan belajar bagaimana menjadi orang yang penuh cinta kasih.


Persembahan dari mas Insan Robbani.
Terima kasih untuk tulisan yang indah ini.




34 komentar:

  1. Alhamdulillah bisa sedikit berkontribusi disini.
    walau tidak sebagus tulisan si empunya blog, tapi tetap berharap ada manfaat yang bisa dipetik, utamanya untuk diri saya sendiri.

    makasih mbak yang udah mau menerima tulisan saldi alias asal jadi ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih kembali mas Insan untuk tulisan yang inspiratif ini.
      Saldi aja bagus gini... apalagi ngeluarin semua kemampuan...

      Hapus
  2. Mari kits sayangi anak-anak karena mereka amanah
    Mantap artikelnya
    Salam hangat dari Jember

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak-anak berhak mendapat kelembutan dan kasih sayang dari orang tuanya. Kitapun akan diminta pertanggungan jawab atas apa yang kita berikan kepada mereka.

      Terimakasih pakde.
      Salam kembali.

      Hapus
  3. Assalamu'alaikum ...
    Menjadi orang tua itu indah dan mulia, dan anak2 yang soleh & soleha yang akan senantiasa mendo'akan akan kesejahteraan orangtuanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam Warrahmatullahiwabarrakatuh...

      Aamiin... Insya Allah demikian mas Misbach.
      Trimakasih ya...

      Hapus
  4. menjadi orang tua adalah pembelajaran seumur hidup ya mba niken :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak Hana... belajar tidak harus melalui jenjang formal. Belajar di sekolah kehidupan adalah belajar seumur hidup kita. :)

      Hapus
  5. Wah keren tulisan Mas Insan, ini jadi bener2 blog parenting
    saya suka karena saya orang tua baru :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisannya biasa aja kang Haris
      yang punya blog yang luar biasa

      Hapus
    2. Kang Haris: Mau ikutan kontribusi disini boleh lho kang... dengan senang hati.

      Mas Insan: panen padinya barengan yuuuk...

      Hapus
  6. Keren kang Insan.. ga ada habisnya... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang Kang Insan ga ada habisnya ya teh Bonit... :D
      Mantap pisan ueey..

      Hapus
  7. Tulisannya sangat bermanfaat sekali buat saya yg sebentar lagi mau jadi orang tua :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah jika bisa menjadi manfaat buat teman2... Sama-sama belajar ya mbak Tarry...

      Hapus
  8. sip bgd tulisannya,,,,belajar dan terus belajar mnjdi ortu yg jg bisa jadi sahabat bagi anak2nya :D

    makasi bunda,,,makasi mas Insan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi kita sama-sama belajar ya Mimi... sambil bewe dapat ilmu...
      Makasih kembali Mi...

      Hapus
  9. fantesan bunda, niar pernah tau kata2 nya itu khas om insan robbani banget, ternyata om insan toh yang nulis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Khas sekali ya gaya bahasanya beliau. Enak dibaca.

      Hapus
  10. Anak-anak harus diberi kehidupan dan pembelajaran yang layak, jangan sampai salah arah bun, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah begitu harapannya belih Gandi... :)

      Hapus
  11. dimana ada kelembutan disitu past berlimpahan kasih sayang...
    salam sehat dan sekaligus follow. biar gampang mampirnya lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah demikian.
      Trimakasih untuk kunjungan dan follownya. :)

      Hapus
  12. Saleum,
    Semoga saja dengan kasih sayang yang dicurahkan itu tak membuat anak menjadi manja ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Curahan kasih sayang kan tidak selalu harus dengan menuruti semua kemauan anak.
      Salam kembali...

      Hapus
  13. saldi aja keren gini mas gimana yang gak saldi. saya daftar dong kalua ad askeolah orang tua :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tuh mbak Lidya... saldinya aja kayak gini. Nyebelin khaan... qiqiqi...
      Ntar kita sekelas ya mbak Lid... daftar bareng.

      Hapus
  14. Orang tua adalah cerminan pertama yang dilihat anak-anak kita.Untuk itlah sebagai orang tua kita mempunyai kewajiban mendidik dan memberikan suri taulada yang baik kepada anak-anak kita karena hal tersebut kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di akherat kelak.
    Mohon bantuannya sahabat untuk klik G+1 di postingan iPhone 5 gadget impian dan semoga berkennan dan terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul pak... sebagai orang tua memang harus memberi contoh yg baik kpd anak2 kita. Kadang kita khilaf menyalahkan lingkungan atau teman2nya... padahal kesalahan ada pada kita. Maka sebaiknya kita hrs selalu mawas diri utk selalu belajar.

      Hapus
  15. Terima kasih, Mbak Niken, juga Mas Budhi atas pengingat yang indah ini.
    Saya masih harus terus banyak belajar, dalam banyak hal, salah satunya bagaimana menjadi orang tua yang baik dan benar bagi anak-anak, dunia hingga akhirat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita sama2 belajar Mas Abi... Saya juga tak luput dari kesalahan dalam mendidik anak.

      Hapus
  16. Kasih sayang adalah segala-galanya. Tulisan yang sungguh menginspirasi saya untuk lebih menyayangi sesama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau tulisan ini bisa menginspirasi banyak orang. Memang penulisnya adalah seorang yang begitu memperhatikan kasih sayang terhadap anaknya.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Pena Bunda © 2008. Design By: SkinCorner