Selasa, 21 Mei 2013

Allah Ada Di Mana Sih?

Bismillahirrohmannirrahiim,

Mengenang celoteh-celoteh anak, yang paling membuatku kerepotan adalah ketika menghadapi pertanyaan-pertanyaan Luthfan, anak sulungku. Sejak kecil sampai sekarang dia kalau bertanya akan bersambung. Tak cukup satu pertanyaan. Waktu kecil memang terkesan lucu, tapi kalau sekarang jadi seperti kepo. hehehe... Mau tauuuuu aja.

Pertanyaan yang sulit dan hati-hati untuk dijawab adalah ketika dia bertanya tentang Allah. Usia TK Luthfan juga belajar mengaji di TPA. Rupanya banyak hal yang mengganjal di hatinya setelah ustazdahnya mengajarkan tentang kekuasaan dan keesaan Allah. Jadilah anak TK yang kritis itu bertanya sesampainya di rumah. Pertanyaan yang ini memang tak bisa aku lupakan meskipun sudah berlalu lama sekali.

Luthfan  : Bunda, Allah ada di mana sih?

Bunda    : Allah itu ada di hati kita, nak.

Luthfan  :  Kok di hati? Nggak mungkin dong, bun.

Bunda    : Mungkin dong.

Luthfan   : Kata bu Lia, Allah bisa melihat kita semua, kita kan banyak, Allah ada di langit kali, bukan di hati.

Bunda    : Hmmm (mikir)... Begini, Luthfan. Coba Luthfan kumpulkan semua mainan di lantai.

Luthfan lalu sibuk mengeluarkan semua mainannya dari kotak dan laci mainan. Aku membiarkannya melakukan sendiri. Agak lama juga aku menunggu, sebab pada beberapa mainan sempat dimainkannya sebentar sebelum diletakkan di lantai. Setelah selesai aku melanjutkan.

Bunda  : Naaah, sekarang Luthfan bisa melihat semua mainannya kan? Tadi siapa yang menata dan mengatur ke lantai?

Luthfan  : Aku, kan bunda nggak mau bantuin.

Bunda    : Begitulah, nak. Allah yang menciptakan dan mengatur hidup makhluk ciptaanNya. Allah bisa melihat semuanya. Tadi sengaja nggak bunda bantuin, supaya Luthfan paham. Luthfan saja bisa melihat semua yang ditata tadi, apalagi Allah. Allah berkuasa menciptakan semua yang ada di bumi tanpa bantuan makhluk lain. Jadi Allah bisa melihat semua ciptaanNya. Luthfan paham?

Luthfan  : Oh gitu...

Bunda    : Tapi bedanya, Luthfan harus mengumpulkan mainan di tempat yang bisa terlihat. Kalau Allah bisa melihat manusia di mana saja, yang sedang ngumpet sekalipun.

Luthfan   : Bisa liat mainanku di laci?

Bunda     : Bisa.

Luthfan   : Bisa liat kalau aku masuk lemari?

Bunda     : Bisa banget.

Luthfan   : Wah, hebat!

Bunda     : Memang Allah Maha Hebat. Nggak ada yang bisa menandingiNya. Itu makanya, Allah ada di hati semua manusia. Kalau Luthfan selalu ingat Allah, itu artinya Allah ada di hati Luthfan.

Luthfan   : Oh gitu...

Ups... dari wajahnya terllihat ingin mengajukan pertanyaan lain. Aku rasa cukup dulu ah... Kuatir juga kalau aku kewalahan menjawabnya. Hehehe...

Bunda    :  Nah, sekarang Luthfan beresin lagi mainannya, yuk bunda bantuin. #Hihihi... akal-akalannya si bunda supaya Luthfan berhenti bertanya.

Itulah salah satu kekritisan Luthfan dalam bertanya. Kadang aku heran dengan apa-apa yang terlintas di kepalanya. Adaaaa aja gitu... Kenangan tanya jawab Luthfan mengenai hal itu, tak bisa aku lupakan, karena aku sendiri sebetulnya tak menyangka aku bisa menjawab sedemikian rupa. Semua mengalir saja.  Mungkin jawabanku kurang tepat, tapi setidaknya aku berusaha untuk menjelaskan semampuku tanpa mengabaikan rasa ingin tahu Luthfan.

Aku merekam kejadian itu sebagai persiapan seandainya kelak adik Luthfan bertanya hal yang sama. Tapi ternyata tidak ada. Anak-anak memang punya pembawaan yang berbeda-beda.






88 komentar:

  1. Subhanallah, pertanyaannya kritis banget Bun..
    kalau aku yang ditanyain pasti bingung jawabnya..
    heheheh ... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bingun juga sih mbak Prit. Makanya mikir dulu waktu mau jawab.

      Hapus
  2. ini adalah pertanyaan yang paling bingung aku jawab kalau keponakanku ngajukan pertanyaan ini, bunda. boleh dicoba besok kalau ada yang tanya lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan seputar ketauhidan memang sering sulit kita jawab. Silahkan dicoba mbak Rochma :)

      Hapus
  3. pertanyaannya sama dengan Pascal dulu nih mbak, pernah aku tulis juga di blog

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang banyak ya anak-anak yang bingung kalau tidak diberi penjelasan.

      Hapus
  4. masyaallah pertanyaan anak sekarang kritis ya bun, walaupun blm berkeluarga si bungsu di rumah juga suka menanyakan pertanyaan yg kritis..sebagai orang tua pasti kita harus menjawab pertanyaannya dengan sebijak mungkin :)..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hargai pertanyaan anak, jangan bilang itu sebuah kebawelan.

      Hapus
  5. Jadi senyum2 sendiri saya waktu ngebacanya bunda...
    Teringat keponakan saya yang selalu banyak nanya ke saya tentang sesuatu...
    Mudah-mudahan kalau saya sudah berkeluarga saya dan istri saya kelak bisa bersikap seperti bunda dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan sulit seperti itu...
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga senyum2 deh tuh baca komennya :)

      Semoga dirimu kelak bisa lebih tepat dan benar menjawab pertanyaan2 anak2.

      Hapus
  6. Salam buat Lutfan ya Bund'...
    Jawaban Bunda kreatif... #nyontek Ahh.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Alloh salam disampaikan.

      Tapi ada baiknya ditelaah lagi baik dan benarnya, ya teh Bonits. Jangan sampai keliru.

      Hapus
  7. Nambahin yah... Allah ada di atas singgasananya di langit ke tujuh... Sm spt pertaNyaan anakku mak..adaaa aja pertanyaAnnya.. Tp sbg picuan emaknya unt mencari tahu kebenarannya... :) maksud nya emaknya disuruh belajar juga jadinya hehehe
    ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Allah maha suci dari tempat....hati2 memberikan jawaban bahwa Allah bertempat

      Hapus
    2. Trimakasih mbak Luluk.

      Juga makasih mas Moerad.

      Hapus
  8. Pertanyaan yang sulit dijawab tuh..
    tapi ada yang jawab "Allah yang Rahman, bersemayam di atas Arsy"
    gimana ya..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk diskusi setelah mas Insan membaca postingan ini. Perhatian sahabat memang berharga.

      Hapus
    2. mau nih baca hasil diskusinya. diposting dong bund....

      Hapus
    3. Nggak mau ah mas Ridwan. Lha wong aku dijiwiti jeee...

      Hapus
  9. maaf bukan bermaksud promosi blog, ini blog juga bukan milik saya....akan tetapi kita memang perlu berhati2 memberikan jawaban, ketika anak2 mulai bertanya hal2 kritis tentang Tuhan....takut sadar tidak sadar kita telah menanamkan sejak dini kesyirikan dalam diri anak2 kita.......
    silahkan baca selengkapnya....insyaAllah narasumber adalah seseoran yang memiliki pengetahuan tauhid yang luas...

    baca di sini...
    http://muxlimo.blogspot.com/2011/06/jika-anak-bertanya-tentang-tuhan.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Astaghfirullah.
      Subhanallah... terima kasih mas Moerad atas rujukannya. Sdh ke tkp. dan memang gamblang sekali ya penjelasannya. Mengena dan tepat.
      Saya menghargai perhatiannya :)

      Hapus
  10. kusuka caramu menjawab, Mbak. Mengena banget. Luthfan emang anak yang pinter yaaa, bundanya apalagi. :)

    sukses ya, Mbak. Maaf baru sempat BW lagi nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga jawaban itu tidak membuat Luthfan mjd salah tangkap.

      Makasih kembali. Kangen sama bewemu. :)

      Hapus
  11. Menjawab dengan memperagakan begitu bisa lebih ngena ya mbak.
    Bisa dicontek nih buat persiapan kalo si kecil udah bisa berceloteh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengena, namun tetap harsu hati2. Jangan diikuti kalau memang cara saya kurang tepat.

      Hapus
  12. anak-anak memang kritis, ibunya juga keren jawabannya :D
    sudah padahal pertanyaannya hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan anak2 lebih susah dari pada ujian semesteran waktu kuliah dulu ya... hehehehe...

      Hapus
  13. wah...terima kasih sudah dituliskan di sini ya Bun, jadi bisa belajar nih^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih kembali mbak Orin. Kroscek lagi sebelum menerapkannya ya...

      Hapus
  14. wah, bisa nyontek dari bunda luthfan nih. kalau-kalau nanti Arfan nanya..

    sukses untuk GAnya mbak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakaksih mbak Novia, sebelum dicontek diteliti dulu apakah cara ini memang tepat ya :)

      Hapus
  15. Jawaban yang mengena banget di hati anak2.. Bisa dicoba kalo suatu saat Dzaky tanya hal serupa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Bunda Dzaky mempunyai cara yang lebih tepat saat ananda bertanya kelak :)

      Hapus
  16. Saya rasa pertanyaan ini lazim dilakukan oleh anak-anak ketika kita seringkali menanamkan bahwa Alloh Ta'ala adalah Pencipta maklhuk dan alam serta Maha atas segala Maha. Dan kitapun sudah sewajarnya memberikan penjelesan dengan bahasa yang gampang dan mudah dicerna anak-anak. Dan langkah yang dilakukan Mbak Niken sungguh bijak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga anak saya bisa memahami apa yang saya maksud. Sbg ibu, tentunya tak ada niat utk menanamkan kesyirikan. Semata2 ingin supaya Luthfan paham.

      Hapus
  17. Anak bungsuku sampai umur 12 juga seperti Luthfan, Mbak Niken. Nanya terus gak putus-putus. Kadang kala mamanya capek juga bertanya..Dan kalau di jawab pasti bertanya lagi dari jawaban itu..Hehehe..Pusing kadang-kadang..

    Tapi sebentar lagi Luthfan akan berhenti bertanya..Seperti kakaknya di rumah saya. Mencari di Google lebih sahih katanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya saya lebih baik memohon minta diberi kesabaran dan pengetahuan spy bisa terus menjawab pertanyaan anak2. Saya ingin mjd Mrs. Google buat anak2.

      Hapus
  18. wah,luthfan kritis banget ya bund.... :D
    eh bunda lahfy itu mbk niken to????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Hanna... Kami adalah 1 orang. Kok kami? :D

      Hapus
  19. jawaban yang lugas dan tuntas untuk pertanyaan kritis Luthfan, selamat berlomba ya..semoga menjadi salah satu yang terbaik :-)

    BalasHapus
  20. melanjutkan tadi siang.. kunjungan malam.. ahihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. harusnya komen siang dicopas kesini tuuh :D

      Hapus
  21. Cerdas pertanyaan si anak, namun akan membawa keberkahan dalam setiap jawaban yang dapat membimbingnya. Amiiiin,,,,

    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sebagai pembimbing anak-anak masih sangat dangkal ilmunya, jadi mohon maaf andai jawaban yg saya berikan kepada Luthfan kurang tepat.

      Hapus
  22. jawaban bunda mimi copas ah buat Diya yg prnh nanya hal yang sama heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seandainya jawaban itu memang sesuai dengan yang ada di Alqur'an, silahkan Mi. Tapi andai tidak mohon dikoreksi.

      Hapus
  23. bundanya ga mau kalah kritis hehe.. # Nah, sekarang Luthfan beresin lagi mainannya, yuk bunda bantuin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe... bundanya juga ceriwis ya mas Topic

      Hapus
  24. Salam Bunda , lama tidak tegur sapa, semoga kabar bunda sehat wal afiat , Pertanyaan " Dimana Allah " juga pernah di tanyakan oleh Abu Bakar ra. kepada seorang budak anak perempuan kecil ketika Abu Bakar sedang berjalan - jalan bersama Rosulullah SAW, dan di jawab oleh budak tersebut dengan versi yang berbeda. Anehnya, Rosulullah SAW membenarkan jawaban budak tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kembali bang Ali, Alhamdulillah kabar baik. Semoga demikian juga dengan keadaan keluarga di Batam.

      Tidak ada yang salah tentang keberadaan Allah, sebab Allah menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi.

      Hapus
  25. Subahanallah...anak pintar.Kadang saya juga suka bingung kalau dikasih pertanyaan sederhana tapi sulit mengungkapkan. Peluk cium buat anakmua yah mba. Maaf baru pertama kali mampir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan spontas, membutuhkan jawaban spontan. Kadang ga sempat mikir. Tapu kalau pertanyaan tentang Keislaman, memang harus hati2 menjawabnya.
      Jawaban saya kepada Luthfan blm tentu benar. Mohon dicek kembali ya mbak.

      Hapus
  26. Kalau Fanny ama Hilman ngeyel juga enggak ya Bun macam Lutfan?

    terima kasih sudah ikutan berceloteh di GA Vania’s May Day

    sudah tercatat sebagai peserta ya Bun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fanni dan Hilman nggak begitu, uncle.
      Ada sih mereka bertanya2 tapi ga setajam pertanyaan Luthfan.

      Alhamdulillah tercatat.

      Hapus
  27. Masih kecil pertanyaannya sudah kritis, pasti anak yg pintar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Insya Allah Luthfan anak yang pintar dan baik.

      Hapus
  28. pertanyaan keluguan dari anak kecil. Karena tidak berwujud itu kadang susah untuk menjabarkan dalam kata kata. Kalau orang jawa bilang Tuhan itu sangat dekat sedekat urat leher manusia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Allah lebih dekat dari urat leher kita, itu bukan kata orang jawa deh sepertinya, mas. Tapi ada dalam Alqur'an.

      Hapus
  29. waduh.. klo aku yg ditanya begini, bisa mati gaya.. hehehe
    anak2 memang kritis ya. Mau ga mau emaknya hrs pintar jg :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai orang tua kan kita harus terus belajar bersama mereka.

      Hapus
  30. Wuih, keren lho jawaban si bunda Niken untuk Luthfan. Jawaban dengan memberikan contoh yang mudah dicerna. Hebat euy si bunda teh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kuatir juga lho bunda. Sebab kalau kita ga konsisten menanamkan ketauhidan, kuatir jawaban itu disalah artikan oleh anak2.

      Hapus
  31. Terima kasih atas partisipasinya, Bunda :-)
    Luthfan mirip nih sama vania, sy jg bilang Allah itu di hati.. Begitu dia tiduran di lantai, "bun, Allah nya penyet gak ya ketindihan Vania?" hehe..

    Tapi Allah jg menuntun bunda utk memberi penjelasan yg masuk akal utk Luthfan ya.. Mudah2an Allah selalu menuntun qta utk menjelaskan ttg Dia ke anak dgn cara yg tepat yah Bun...

    Mbak Niken, maafkan saya baru meninggalkan komentar... Terima kasih banyak bun, utk partisipasinya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya Bun, ketinggalan, hehe.. Sudah kami catat sbg peserta, tinggal nunggu uncle Lozz sj.. Makasih bunda.. :-)

      Hapus
    2. Aiih, Vania lucu... Liat fotonya nggemesin deh.

      Mas Lozz sudah duluan mampir kok mbak. Trimakasih sudah tercatat sebagai peserta.

      Hapus
  32. bisa jadi bahan pembelajaran nih. makasih untuk posting yang indah in bund. suatu saat nanti, insyallah akan berguna buat siapa saja yang baca, dan pahalanya tetap mengalir buat bunda....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Insya Allah. Semoga bisa diambil maksudnya, sebab ada yang menganggap jawabanku mengajarkan kesyirikan. Na'udzubillah, tak ada maksud kesana sama sekali.

      Hapus
  33. Penjelasan yang bisa dimengerti oleh anak usianya.
    Anaknya juga cerdas bisa melontarkan pertanyaan seperti itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih mas Yitno.
      Alhamdulillah, Luthfan tetap kritis sampai saat ini :)

      Hapus
  34. waduuuh anak2 jaman skrg kritis bangettt >.<
    apalagi jaman saya punya anak ya? :O Beberapa tahun lg apa gakk makin kritis tuh? Belum apa2 saya udah bingung :D
    Tapi kisah2 kayak gini bikin saya belajar, bisa siapin jawawabn sebelum di tanya

    makasih Bunda udah berbagi kisah ^^
    sukses selalu ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu makanya meskipun sudah jadi orang tua, kita perlu belajar bersama mereka.

      Makasih kembali sudah berkunjung :)

      Hapus
  35. Bunda Niken emang bisaaan, Luthfan hebat dan kritis ya. Mengajarkan ada Allah, Allah itu ada di hati kita, sungguh luar biasa dan memang harus dimulai sejak kecil ya Bun. Faiz sudah tahu, yang bikin pesawat siapa? Manusia, Yang ciptain manusia siapa? Allah, jadi yang buat pesawat siapa? Allah...hihiii, aku giring Faiz agar selalu menomor satukan Allah.

    Salam
    Astin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu menyambungkan segala sesuatu kepada Allah itu bagus banget mbak Astin.

      Salam kembali

      Hapus
  36. spontan dan sederhana, tapi butuh kecerdasan dan kebijaksanaan untuk menjawabnya, itulah pertanyaan anak-anak, karena apa yang kita berikan itulah yang akan terekam dalam ingatannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mas Abi Sabila, akhirnya kita ketemu juga ya.

      Semoga apa yang jadi spontanitas ini tdk disalah terima oleh anakku.

      Hapus
  37. Anak sekarang memang jauh lebih kritis bahkan pertanyaan anak pun kadang sangat sulit dijawab oleh orang tua yang terbiasa menggunakan bahasa yang tinggi. Ini menjadi pengalaman yang berharga buat saya agar apa yang kita kerjakan bisa dimengerti sang anak sesuai dengan bahasa mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dihadapkan pada pertanyaan spontan, kita sering "gelagepan" menjawabnya. Kadang kita salah bereaksi.

      Hapus
  38. penyampaian yang bagus Bund,terutama buat kekritisan anak sekarang dalam berdialog dengan ortunya

    BalasHapus
  39. Anak anak memang terkadang berfikir diluar apa yang kita kira.
    Bunda, salam hangat sengat selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah. Jangan pernah meremehkan pikiran anak2.

      Salam kembal mas Jaswan

      Hapus
  40. mbak Niken ternyata anak itu mempunyai pembawaan yang berbeda ya, tapi justru dengan begitu dia sangat luar biasa. Kadang hal-hal yang luar biasa datang begitu saja tanpa kita sadari. Salam hangat dari saya. Senang bisa mendapat ilmu di sini mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak Sri. Anak2 itu unik. Kita harus bisa memahami keunikan itu supaya tidak salah dalam mengarahkan.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Pena Bunda © 2008. Design By: SkinCorner